Polisi Pastikan Kematian Janda di Kebun Rambutan Bukan Bunuh Diri, Terduga Pelaku Diamankan

Polresta Serang Kota menangkap terduga pelaku pembunuhan janda yang ditemukan tewas tergantung di kebun rambutan wilayah Cipocok Jaya, Kota Serang.

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:00 WIB
Polisi Pastikan Kematian Janda di Kebun Rambutan Bukan Bunuh Diri, Terduga Pelaku Diamankan
Terduga pelaku pembunuhan janda di Cipocok Jaya, Kota Serang, berhasil diamankan Satreskrim Polresta Serang Kota di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat dini hari. Foto Polres Serang Kota For Hallonews

HALLONEWS.ID – Aparat Satreskrim Polresta Serang Kota mengungkap kasus kematian seorang perempuan yang sebelumnya ditemukan tergantung di area kebun rambutan di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Polisi memastikan korban diduga menjadi korban pembunuhan dan seorang terduga pelaku telah diamankan.

Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan menjelaskan, pria yang diamankan berinisial AS (47), warga Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Terduga pelaku ditangkap saat berada di sebuah rumah kontrakan di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

“Pelaku diamankan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.15 WIB di wilayah Pamulang,” ujar Alfano, Jumat (22/5/2026).

Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan penemuan jasad perempuan yang ditemukan tergantung di pohon melinjo di kawasan kebun rambutan pada 19 Mei 2026 lalu. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Korban diketahui bernama Babay (41), seorang perempuan berstatus janda asal Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Dari hasil pemeriksaan medis dan autopsi, polisi menemukan adanya luka pada tubuh korban yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban meninggal tidak wajar,” kata Alfano.

Sementara itu, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Serang Kota, Iptu Angga Kusuma W menuturkan, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku guna mengungkap motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

“Proses pendalaman masih terus dilakukan oleh penyidik,” ujarnya.(esa)