Pria di Austria Racuni Produk Makanan Bayi Hingga Sempat Buat Publik Panik

Polisi Austria menangkap pria 39 tahun terkait kasus racun tikus dalam makanan bayi. Diduga aksi pemerasan, produk sempat beredar di beberapa negara Eropa.

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:00 WIB
Pria di Austria Racuni Produk Makanan Bayi Hingga Sempat Buat Publik Panik
umlah makanan bayi di Austria yang diduga diracun. (X RT.Com for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Aparat kepolisian Austria berhasil menangkap seorang pria berusia 39 tahun yang diduga berada di balik kasus pencemaran makanan bayi dengan racun tikus.

Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif atas insiden yang sempat memicu kepanikan publik di sejumlah negara Eropa.

Kasus ini mencuat setelah ditemukan adanya kandungan racun dalam beberapa produk makanan bayi yang dijual di supermarket.

Produk yang terkontaminasi tersebut diketahui telah dimanipulasi setelah keluar dari jalur produksi, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan pangan.

Pihak kepolisian menyebut, pelaku diduga sengaja mencampurkan racun tikus sebagai bagian dari upaya pemerasan terhadap perusahaan produsen makanan bayi.

Dalam aksinya, pelaku dilaporkan mengirimkan ancaman yang berisi tuntutan uang tebusan dalam jumlah besar.

Beruntung, sejumlah produk yang telah terkontaminasi berhasil ditemukan lebih awal sebelum dikonsumsi oleh masyarakat.

Otoritas setempat memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam kasus ini, meski risiko kesehatan yang ditimbulkan dinilai sangat serius, terutama bagi bayi.

Penemuan awal kasus ini berasal dari laporan konsumen yang mencurigai adanya kejanggalan pada produk yang dibelinya di sebuah supermarket.

Setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya mengonfirmasi adanya zat berbahaya dalam makanan tersebut.

Sebagai langkah cepat, produsen bersama pihak ritel langsung menarik produk terkait dari peredaran di beberapa negara Eropa.

Mereka menegaskan bahwa pencemaran tidak terjadi di fasilitas produksi, melainkan akibat tindakan kriminal yang terjadi setelah produk berada di pasar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan produk yang mencurigakan.

Kasus ini menjadi peringatan penting tentang kerentanan rantai distribusi pangan serta perlunya pengawasan ketat demi menjamin keamanan konsumen, khususnya untuk produk bayi yang memiliki tingkat sensitivitas tinggi.(wib)