QRIS Tembus China! BI Resmikan Ekspansi Global Sekaligus Luncurkan Pusat Inovasi Digital Nasional

Bank Indonesia resmi memperluas QRIS ke China dan meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional dan global.

Jumat, 1 Mei 2026 - 4:00 WIB
QRIS Tembus China! BI Resmikan Ekspansi Global Sekaligus Luncurkan Pusat Inovasi Digital Nasional
Ilustrasi QRIS resmi bisa dipakai di China. (Yes Invest for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Bank Indonesia (BI) resmi memperluas implementasi sistem pembayaran digital QRIS ke China, menandai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas transaksi lintas negara.

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam acara peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dengan ekspansi ini, China menjadi negara terbaru yang dapat menerima transaksi QRIS dari pengguna Indonesia, menyusul Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

BI mencatat, penggunaan QRIS kini telah menjangkau lebih dari 60 juta pengguna, menunjukkan akselerasi signifikan dalam adopsi sistem pembayaran digital nasional.

Dalam tahap uji coba di China, QRIS telah mencatat volume transaksi sebesar 1,64 juta dengan nilai mencapai Rp556 miliar. Implementasi penuh nantinya akan melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia, terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga non-bank serta 19 penyelenggara dari China.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, memastikan bahwa dari sisi teknis dan bisnis, sistem ini telah siap dioperasikan secara luas.

Perry Warjiyo menegaskan bahwa keberhasilan QRIS tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang memungkinkan integrasi berbagai sistem pembayaran ke dalam satu standar QR Code nasional. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menyatukan ekosistem transaksi digital yang sebelumnya terfragmentasi.

Bersamaan dengan ekspansi QRIS, BI juga meresmikan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem inovasi digital nasional. PIDI dirancang sebagai jembatan antara kebijakan publik, kebutuhan industri, dan pengembangan teknologi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

PIDI mengusung pendekatan end-to-end melalui tiga pilar utama. Pertama, Market Intelligence, yang menghasilkan analisis strategis pasar melalui SIGMA. Kedua, Innovation Experimentation, yang diwujudkan dalam program hackathon untuk menciptakan solusi teknologi atas tantangan nasional. Ketiga, Digital Talent Development melalui inisiatif DIGDAYA, yang berfokus pada pengembangan talenta digital melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan.

Dengan kombinasi ekspansi QRIS lintas negara dan kehadiran PIDI, BI menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi digital Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperluas akses transaksi tanpa uang tunai bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global. ( Yesaya Christofer/CEO Yes Invest)

Disclaimer

Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.