Ratusan Pelajar Meriahkan Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open, Upaya Lestarikan Permainan Tradisional

Ratusan pelajar dan masyarakat mengikuti Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open di GOR Pajajaran sebagai upaya melestarikan permainan tradisional Sunda di tengah gempuran era digital

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:00 WIB
Ratusan Pelajar Meriahkan Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open, Upaya Lestarikan Permainan Tradisional
Permainan "Hadang", dilestarikan kembali anak-anak Sunda di tengah perkembangan teknologi. (Foto: Dok Panitia for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Upaya melestarikan permainan tradisional Sunda terus dilakukan di Kota Bogor melalui penyelenggaraan Kaulinan Sunda dan Bogor Sumpitan Open di GOR Pajajaran.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi ratusan generasi muda untuk mengenal sekaligus menghidupkan kembali permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan.

Pelestarian kaulinan Sunda dinilai penting di tengah perkembangan teknologi yang membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan beraktivitas dan bersosialisasi di luar rumah.

Karena itu, pelajar tingkat SMP dan SMA menjadi sasaran utama dalam kegiatan tersebut agar nilai-nilai budaya lokal tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dua permainan tradisional yang dipertandingkan adalah hadang dan bentengan.

Pada kategori hadang, sebanyak 16 tim ambil bagian dengan masing-masing tim diperkuat lima pemain inti dan dua pemain cadangan.

Sementara itu, kategori bentengan diikuti sekitar 30 tim pelajar yang saling mengadu strategi dan kekompakan.

Ketua Wasit Sumpitan, Denny Fransiska, mengatakan bahwa pertandingan hadang dan bentengan awalnya dirancang untuk diikuti aparatur pemerintah dari berbagai SKPD.

Namun karena tidak ada peserta yang mendaftar, panitia akhirnya mengalihkan kategori tersebut kepada para pelajar.

“Keputusan itu justru memberikan hasil yang positif karena kalangan muda merupakan generasi yang akan menentukan keberlangsungan permainan tradisional di masa mendatang,” katanya, Selasa (30/6/2026).

Selain pertandingan hadang dan bentengan, Bogor Sumpitan Open juga menjadi daya tarik tersendiri.

Perlombaan sumpitan yang terbuka untuk masyarakat umum berhasil menarik lebih dari 330 peserta dari berbagai daerah, termasuk Bogor, Banten, Bekasi, hingga Cikarang.

Denny menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa permainan tradisional Sunda masih memiliki daya tarik yang besar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai sarana memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda. (opy)