JPO Paledang Dibongkar, Pemkot Bogor Ganti dengan Pelican Crossing

Pemerintah Kota Bogor mengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di simpang Jalan Kapten Muslihat–Jalan Paledang–Jalan Mayor Oking dengan pelican crossing sebagai upaya meningkatkan keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pejalan kaki

Selasa, 30 Juni 2026 - 4:00 WIB
JPO Paledang Dibongkar, Pemkot Bogor Ganti dengan Pelican Crossing
Jembatan penyeberang orang Paledang hilang, pelicsn crossing penggantinya. (Hallonews/dok)

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang di simpang Jalan Kapten Muslihat–Jalan Paledang–Jalan Mayor Oking dengan pelican crossing sebagai upaya meningkatkan keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan pejalan kaki.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pembongkaran JPO telah dimulai sejak Jumat (26/6/2026) malam.

Menurutnya, konstruksi JPO mengalami korosi sehingga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

Selain faktor keselamatan, keberadaan JPO juga dianggap kurang ramah bagi pejalan kaki, khususnya lansia, anak-anak, dan perempuan, karena harus menaiki tangga yang cukup tinggi.

“Kondisinya sudah korosi, harus dibongkar. Selain itu juga selama ini mungkin kita tidak sadari masyarakat yang nyebrang ke sini ternyata membutuhkan usaha. Ibu-ibu, orang tua, anak-anak kesulitan karena sangat tinggi,” ujar Dedie Senin (29/6/2026).

Sebagai penggantinya, Pemkot Bogor akan membangun pelican crossing, yakni zebra cross yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol penyeberangan sehingga pejalan kaki dapat menghentikan arus kendaraan secara aman sebelum menyeberang.

Dedie menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan Kota Bogor agar lebih berpihak kepada pejalan kaki.

“Ini bagian dari upaya kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Nanti sudah tidak ada lagi JPO, akan ada pelican crossing atau zebra cross yang menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk menyeberang,” katanya.

Ia juga berharap keberadaan pelican crossing dapat membangun budaya berlalu lintas yang lebih menghormati hak pejalan kaki.

“Kita membiasakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mengerem ketika ada orang yang menyeberang. Jadi, di situ ada nilai solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.

Pembongkaran JPO dikerjakan oleh PT Prisma Mitra dengan anggaran sebesar Rp329 juta dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

Namun, Pemkot menargetkan struktur utama JPO dapat dibongkar lebih cepat agar penataan pelican crossing segera dimulai.

Selama proses pekerjaan berlangsung, Pemerintah Kota Bogor menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional setiap pukul 23.00 hingga 04.00 WIB untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap arus lalu lintas. (opy)