Ratusan Senjata Tradisional Disita dari Markas KKB

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menggelar patroli taktis di Yahukimo pasca kontak tembak. Ratusan senjata tradisional hingga senapan angin diamankan dari lokasi yang diduga markas KKB.

Minggu, 19 April 2026 - 13:00 WIB
Ratusan Senjata Tradisional Disita dari Markas KKB
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan berbagai senjata api yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB. Humas Polri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Situasi keamanan di wilayah Yahukimo kembali menjadi sorotan setelah Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan patroli taktis intensif menyusul insiden kontak tembak pada pertengahan April lalu.

Operasi yang berlangsung sejak Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4) ini menyasar sejumlah jalur rawan yang selama ini diduga kerap digunakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, aparat tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga penyisiran di beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi persinggahan kelompok bersenjata.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah area camp perusahaan di Yahukimo yang diduga pernah digunakan sebagai basis sementara.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut. Di antaranya ratusan anak panah, puluhan busur, senjata tajam seperti parang dan kapak, hingga beberapa pucuk senapan angin.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan bahwa patroli ini merupakan bagian dari strategi pengamanan untuk menjaga stabilitas wilayah, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Untitled 14 7
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan berbagai senjata api yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB. Humas Polri for Hallonews

“Pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan langkah preventif dan terukur agar potensi konflik tidak berkembang lebih luas,” katanya.

Ia menegaskan patroli dan pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan di titik-titik yang dianggap rawan.

Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari insiden kontak tembak yang terjadi pada 15 April 2026 di Distrik Seredala.

Setelah kejadian tersebut, aparat langsung melakukan penyelidikan hingga pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

Dari hasil kegiatan terbaru, kondisi keamanan di Yahukimo dilaporkan dalam keadaan terkendali. Aparat juga memastikan bahwa langkah-langkah pengamanan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan di Papua melalui pendekatan preventif, preemtif, dan penegakan hukum secara profesional,” tandasnya. (min)