Satu Dekade Kantin Kebajikan! Dari Sepiring Nasi Lahir Gerakan Solidaritas yang Inspirasi Indonesia

Kantin Kebajikan rayakan 10 tahun dengan ajakan berbagi dari hal kecil. Dari Semarang, gerakan sosial ini menginspirasi solidaritas dan kepedulian nyata di masyarakat.

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:07 WIB
Satu Dekade Kantin Kebajikan! Dari Sepiring Nasi Lahir Gerakan Solidaritas yang Inspirasi Indonesia
Para Founder Kantin Kebajikan dan Relawan siap melayani dengan sukacita dan ikhlas di KK Boen Hian Tong. (dok Kantin Kebajikan for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Sepuluh tahun bukan sekadar angka bagi Kantin Kebajikan. Dari sebuah ruang sederhana berbagi makanan, kini tumbuh menjadi gerakan sosial yang menginspirasi ribuan orang untuk peduli pada sesama.

Memasuki satu dekade perjalanannya, Kantin Kebajikan mengajak masyarakat untuk kembali ke esensi paling mendasar: berbagi dari hal kecil di sekitar kita.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kantin Kebajikan akan digelar pada 5 Mei 2026 di Gedung Rasa Dharma, kawasan Pecinan, Semarang.

Momentum ini bukan hanya seremoni, tetapi juga refleksi panjang perjalanan kemanusiaan yang telah dibangun sejak awal berdiri.

Founder Kantin Kebajikan, Agung Kurniawan, menegaskan bahwa semangat utama gerakan ini adalah gotong royong.

Ia mengajak insan pers, influencer, hingga masyarakat luas untuk tidak berhenti pada publikasi semata, tetapi turut menghadirkan aksi nyata di lingkungan masing-masing.

“Tidak harus datang ke sini. Lakukan saja kebaikan di sekitar yang bisa kita jangkau,” ujarnya.

Pesan tersebut mencerminkan filosofi sederhana yang jadi kekuatan Kantin Kebajikan: siapa pun boleh makan, siapa pun boleh berbagi. Tanpa sekat sosial, tempat ini menjadi titik temu antara relawan, donatur, dan masyarakat yang membutuhkan—dalam satu meja kebersamaan.

Ketua Panitia HUT ke-10, Liliana Dirgo, menambahkan bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, dari tindakan kecil yang konsisten, dampak besar bisa tercipta.

Hal senada disampaikan oleh Harjanto Halim dari Boen Hian Tong. Ia menilai Kantin Kebajikan telah melampaui fungsi sosial biasa dan menjadi simbol menjaga martabat manusia.

Bagi Harjanto, memberi makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan.

Puncak perayaan nanti akan diisi dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta peluncuran buku “Nurani Sepiring Nasi”.

Buku ini merekam perjalanan, nilai, dan refleksi kemanusiaan yang lahir dari gerakan tersebut. Penyerahan buku kepada relawan jadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama satu dekade.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama, menguatkan rasa kekeluargaan yang selama ini menjadi ruh Kantin Kebajikan.

Memasuki dekade kedua, Kantin Kebajikan berkomitmen memperluas jangkauan dan kolaborasi. Harapannya, semakin banyak orang tergerak untuk menjadikan berbagi sebagai bagian dari gaya hidup.

Dari satu piring nasi, lahir gerakan yang membuktikan bahwa perubahan sosial tidak selalu membutuhkan hal besar. Cukup dimulai dari niat tulus dan langkah kecil yang jika dilakukan bersama, mampu menciptakan dampak luar biasa. (wib)