Seleksi Paskibraka Banten 2026 Disorot, Aktivis BRANTAS Tantang Kesbangpol Buka Nilai Peserta ke Publik
Seleksi Paskibraka Banten 2026 jadi sorotan. Aktivis DPD BRANTAS meminta Kesbangpol membuka sistem penilaian secara transparan untuk memastikan tak ada titipan maupun intervensi dalam proses seleksi.

HALLONEWS.ID – Proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Banten Tahun 2026 menuai perhatian publik. Transparansi penilaian menjadi isu utama setelah sejumlah aktivis meminta pemerintah membuka proses seleksi secara lebih terbuka dan akuntabel.
Sorotan itu datang dari Aktivis DPD BRANTAS Banten, Suryana, yang meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten menjelaskan secara rinci mekanisme penilaian peserta selama tahapan seleksi berlangsung.
Menurut Suryana, seleksi Paskibraka merupakan program prestisius yang membawa nama daerah hingga tingkat nasional sehingga seluruh proses harus benar-benar bersih dari dugaan titipan maupun intervensi.
“Publik harus mengetahui bagaimana sistem penilaian dilakukan. Jangan hanya menyampaikan pernyataan normatif bahwa seleksi bersih, tetapi hasil dan prosesnya juga harus bisa diuji secara terbuka,” ujar Suryana, Rabu (13/5/2026).
Ia menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terutama para peserta dan orang tua yang mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Suryana juga mengingatkan bahwa isu kedekatan dan rekomendasi kerap menjadi perbincangan dalam berbagai seleksi program pemerintah. Karena itu, ia meminta pengawasan dilakukan secara ketat dengan melibatkan tim profesional independen.
“Kalau memang objektif, tampilkan hasil penilaian secara profesional. Jangan sampai muncul anggapan ada faktor nonteknis yang mempengaruhi hasil akhir,” katanya.
Menurutnya, anggota Paskibraka yang terpilih nantinya akan menjadi representasi generasi muda Banten di tingkat nasional sehingga integritas proses seleksi wajib dijaga.
“Paskibraka bukan hanya soal upacara pengibaran bendera, tetapi simbol kedisiplinan, karakter, dan nasionalisme generasi muda,” tambahnya.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah memastikan proses seleksi berjalan objektif tanpa adanya perlakuan khusus kepada peserta tertentu.
Ia menegaskan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan masing-masing.
“Tidak ada titipan, tidak ada intervensi, dan semua peserta dinilai berdasarkan kemampuan, disiplin, kesehatan, mental, serta kualitas diri,” tegas Novriyadi.
Sebanyak 124 peserta dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti seleksi setelah lolos tahap administrasi. Seleksi digelar sejak 11 hingga 13 Mei 2026 dengan sejumlah tahapan ketat.
Tahapan tersebut meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, tes kesamaptaan jasmani, Peraturan Baris Berbaris (PBB), psikotes, wawancara, hingga penilaian minat dan bakat.
Dari total peserta, nantinya akan dipilih 52 calon anggota Paskibraka Provinsi Banten yang terdiri dari 26 putra dan 26 putri. Dua peserta terbaik selanjutnya akan dikirim mewakili Banten di tingkat nasional.
Kesbangpol berharap seleksi tersebut mampu melahirkan generasi muda berkarakter kuat, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. (esa)
