Sugiono Resmi Jadi Ketum IPSI 2026–2030, Targetkan Pencak Silat Tembus Olimpiade

Menlu RI Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI 2026–2030 menggantikan Prabowo Subianto. Ia langsung pasang target besar: pencak silat harus masuk Olimpiade

Minggu, 12 April 2026 - 13:15 WIB
Sugiono Resmi Jadi Ketum IPSI 2026–2030, Targetkan Pencak Silat Tembus Olimpiade
Menlu RI Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI 2026–2030. Dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Luar Negeri Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030.

Dia menggantikan Prabowo Subianto yang telah memimpin organisasi tersebut selama puluhan tahun.

Penetapan Sugiono dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) IPSI yang digelar di Jakarta Convention Center, Sabtu mLam (11/4/2026).

Ia terpilih secara aklamasi dalam forum tertinggi organisasi pencak silat tersebut.

Dalam sambutannya, Sugiono menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam kepada Prabowo atas dedikasinya membina pencak silat sejak 1988.

Menurutnya, pengabdian selama hampir empat dekade merupakan bukti kecintaan luar biasa terhadap budaya dan olahraga asli Indonesia tersebut.

“Ini bukan tugas ringan. Ada tanggung jawab besar untuk melanjutkan prestasi yang telah dibangun,” ujar Sugiono.

Dia menegaskan, kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan peran pencak silat, tidak hanya sebagai olahraga prestasi tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. Ia bahkan menargetkan pencak silat bisa masuk ke ajang Olimpiade.

Selain itu, ia juga berencana mendorong pencak silat masuk dalam sistem pendidikan nasional agar semakin dikenal generasi muda sejak dini.

Sementara itu, Prabowo Subianto menyatakan tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketum PB IPSI karena fokus pada tugas kenegaraan.

Meski demikian, ia memastikan tetap akan memberikan dukungan terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia.

Dengan kepemimpinan baru ini, harapan besar disematkan kepada Sugiono untuk membawa pencak silat ke level global dan memperkuat posisinya sebagai warisan budaya dunia. (min)