Menlu Sugiono Blak-blakan Indonesia Layak Jadi Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
Menlu Sugiono menilai Indonesia pantas menjadi anggota tetap DK PBB karena memiliki populasi besar, posisi strategis, dan kemampuan menjembatani kepentingan global.

HALLONEWS.ID – Menteri Luar Negeri Sugiono menilai Indonesia memiliki kapasitas dan kelayakan untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di tengah kembali menguatnya wacana reformasi tubuh PBB.
Isu reformasi tersebut terutama berkaitan dengan struktur Dewan Keamanan yang hingga kini masih didominasi lima negara anggota tetap pemilik hak veto.
Kondisi itu dinilai banyak pihak sudah tidak lagi sepenuhnya mencerminkan dinamika geopolitik global saat ini.
Sugiono mengatakan pembahasan mengenai reformasi DK PBB selama bertahun-tahun kerap berjalan lambat karena banyak negara merasa memiliki hak dan peluang yang sama untuk menempati posisi anggota tetap.
Namun demikian, menurut dia, Indonesia memiliki sejumlah faktor penting yang membuatnya layak dipertimbangkan dalam struktur baru Dewan Keamanan PBB.
“Indonesia memiliki populasi besar, mayoritas penduduk muslim, kekuatan sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta posisi strategis untuk menjembatani kepentingan negara-negara berkembang,” ujar Sugiono usai menyampaikan pidato di forum Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2026) waktu setempat.
Ia menilai Indonesia selama ini dikenal mampu menjaga hubungan baik dengan banyak negara dan relatif diterima di berbagai kawasan dunia. Posisi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memainkan peran penengah di tengah meningkatnya rivalitas global.
Menurut Sugiono, pendekatan diplomasi Indonesia yang cenderung terbuka dan tidak konfrontatif bisa menjadi alternatif dalam memperkuat keseimbangan di forum internasional.
Ia juga menegaskan Indonesia ingin terus hadir sebagai sahabat bagi semua pihak sekaligus menjadi jembatan dialog di tengah perbedaan kepentingan antarnegara.
Sugiono menilai kebuntuan reformasi PBB justru membuka peluang bagi Indonesia untuk menawarkan pendekatan yang lebih inklusif dan mampu meredakan ketegangan geopolitik global.
Bagi Indonesia, kata dia, menjaga hubungan baik dengan berbagai negara merupakan bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional di tengah situasi dunia yang semakin kompleks.
Menurut Sugiono, konflik dan tensi geopolitik internasional pada akhirnya tetap akan memberikan dampak terhadap Indonesia, meskipun tidak terlibat langsung dalam perselisihan tersebut.
Karena itu, Indonesia dinilai perlu terus memperkuat peran diplomasi dan menjaga hubungan strategis dengan berbagai negara demi melindungi kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global. (agn)
