Tragedi Tumbler Ridge: 10 Tewas dan 25 Luka-Luka dalam Penembakan Sekolah di Kanada
Sepuluh orang tewas dan 25 luka-luka dalam penembakan massal di Tumbler Ridge Secondary School, British Columbia, Kanada. Pelaku perempuan ditemukan tewas, motif masih diselidiki.

HALLONEWS.ID-Duka mendalam menyelimuti Kanada setelah insiden penembakan massal di Tumbler Ridge Secondary School, British Columbia, menewaskan 10 orang termasuk pelaku dan melukai sedikitnya 25 lainnya pada Selasa (10/2/2026) waktu setempat.
Penembakan ini menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Kanada dalam enam tahun terakhir, sekaligus penembakan sekolah terburuk sejak peristiwa École Polytechnique di Montreal pada 1989.
Kronologi Kejadian
Kepolisian Kanada (RCMP) menerima laporan adanya penembak aktif di Tumbler Ridge Secondary School sekitar pukul 13.20 waktu setempat. Peringatan darurat segera dikirim ke ponsel warga, memperingatkan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah.
Tak lama berselang, petugas mendapati enam korban tewas di dalam sekolah dan satu korban lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Di lokasi terpisah, dua korban tambahan ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah yang diyakini berkaitan dengan insiden di sekolah.
Polisi kemudian menemukan tersangka tewas di lokasi kejadian dengan luka tembak yang dilakukan sendiri, mengakhiri perburuan yang berlangsung selama hampir lima jam sebelum status darurat dicabut.
Total, sepuluh orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut, termasuk pelaku, sementara lebih dari dua puluh lima orang lainnya terluka — beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Tersangka dan Motif
Dalam pernyataan resmi, Kepala Kepolisian RCMP Ken Floyd mengatakan bahwa penyidik telah mengidentifikasi pelaku sebagai seorang perempuan, yang sempat digambarkan dalam peringatan publik sebagai “wanita mengenakan gaun dengan rambut cokelat.”
Namun, pihak berwenang belum mengumumkan identitas tersangka dan menyatakan motif penembakan masih dalam penyelidikan. Polisi juga tengah menelusuri hubungan antara pelaku dengan para korban.
“Belum ada kejelasan mengenai alasan atau hubungan yang memicu tindakan tragis ini,” ujar Floyd.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggambarkan penembakan tersebut sebagai “tragedi yang mengerikan” dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban. Ia juga memutuskan untuk menunda perjalanan resminya ke Konferensi Keamanan Munich guna memantau langsung situasi.
“Saya berduka bersama seluruh warga Kanada. Hari ini, hidup banyak orang berubah selamanya. Saya juga berterima kasih atas keberanian petugas tanggap darurat yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan warga lain,” ujar Carney.
Sementara itu, Perdana Menteri British Columbia David Eby menyebut peristiwa tersebut sebagai “tragedi yang tak terbayangkan” yang akan meninggalkan luka mendalam bagi komunitas kecil Tumbler Ridge.
“Hati kami berada di Tumbler Ridge malam ini. Kami akan memastikan semua bentuk dukungan diberikan kepada keluarga korban dan warga yang berduka,” ucapnya dalam konferensi pers.
Wali Kota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka, menuturkan kesedihannya secara pribadi.
“Saya menangis tersedu-sedu saat mengetahui jumlah korban. Kota kami kecil, dan saya mungkin mengenal hampir semua korban,” katanya.
Dukacita juga datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, yang menyampaikan simpati lewat media sosial. “Hati warga Australia tertuju kepada keluarga dan teman-teman para korban. Kita semua memikirkan mereka yang terluka,” tulisnya.
Klub hoki profesional Vancouver Goldeneyes turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para siswa, staf, dan keluarga korban, menyebut peristiwa ini sebagai “kehilangan yang tak terbayangkan bagi komunitas British Columbia.”
Pihak distrik sekolah Tumbler Ridge mengumumkan bahwa Tumbler Ridge Secondary School dan sekolah dasar setempat akan ditutup hingga akhir pekan ini. Layanan konseling dan dukungan psikologis akan disediakan bagi siswa, staf, dan keluarga yang terdampak.
“Peristiwa tragis ini meninggalkan luka mendalam bagi seluruh komunitas kami,” tulis pihak sekolah dalam pernyataan resminya.
Penembakan di Tumbler Ridge mencerminkan kekhawatiran yang semakin besar mengenai kekerasan bersenjata di Kanada — negara yang selama ini dikenal dengan regulasi kepemilikan senjata yang ketat. Tragedi ini menjadi penembakan massal paling mematikan sejak insiden Nova Scotia pada 2020, yang menewaskan 22 orang.
Seiring penyelidikan terus berlangsung, masyarakat Kanada kini bergulat dengan duka dan pertanyaan besar: apa yang mendorong seorang perempuan untuk melakukan kekerasan sebesar ini di sekolah kecil di pedalaman British Columbia. (ren)
