Trump Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran, Kritik Eropa Tak Bantu AS
Donald Trump menyebut NATO sebagai "macan kertas" dan mengkritik Eropa karena tidak membantu AS dalam konflik Iran.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap aliansi militer NATO dengan menyebut organisasi tersebut sebagai “macan kertas” karena tidak membantu Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran.
Trump mengaku sangat kecewa terhadap NATO dan negara-negara Eropa karena tidak terlibat dalam konflik tersebut. Ia bahkan menilai NATO melakukan kesalahan besar karena tidak mendukung Amerika Serikat dalam perang melawan Iran.
“Saya selalu mengatakan NATO adalah macan kertas. Jika bencana besar terjadi, saya jamin mereka tidak akan ada di sana,” kata Trump dalam pidatonya dalam sebuah acara di Miami, Jumat (27/3/2026) waktu setempat seperti dikutip Sky News.
Trump secara khusus menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sebagai temannya, namun ia mengkritik pernyataan mereka yang menyebut konflik Iran bukan perang mereka.
Menurut Trump, Amerika Serikat tetap membantu Ukraina meskipun perang tersebut bukan perang Amerika.
“Ukraina bukan perang kita, tapi kita membantu mereka,” ujar Trump.
Serangan Iran Lukai Tentara AS
Di tengah meningkatnya konflik, serangan terhadap pangkalan militer Amerika di Arab Saudi dilaporkan menyebabkan 12 tentara Amerika terluka, dua di antaranya mengalami luka serius.
Serangan tersebut menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan dan dilakukan menggunakan drone serta merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika.
Total personel Amerika Serikat yang terluka dalam konflik Iran dilaporkan telah mencapai lebih dari 300 orang.
Trump Minta Iran Buka Selat Hormuz
Trump juga kembali menegaskan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Dalam pernyataannya, Trump bahkan sempat menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Trump”, yang kemudian ia klarifikasi sebagai pernyataan yang disengaja.
Trump juga menyatakan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi terdesak dan tidak lagi menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah seperti sebelumnya.
“Selama 47 tahun Iran dikenal sebagai pengganggu di Timur Tengah, tetapi sekarang mereka sedang dalam pelarian,” katanya.
Trump menegaskan Amerika Serikat semakin dekat dengan tujuan untuk menciptakan Timur Tengah yang bebas dari ancaman nuklir Iran, terorisme, dan agresi militer.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam acara investasi internasional di Miami saat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. (ren)
