Trump Umumkan Serangan Besar-besaran ke Iran, Teheran Ancam Balasan

Donald Trump mengonfirmasi operasi tempur besar-besaran AS terhadap Iran. Teheran bersiap membalas, Israel nyatakan koordinasi serangan.

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:56 WIB
Trump Umumkan Serangan Besar-besaran ke Iran, Teheran Ancam Balasan
Asap mengepul di cakrawala Teheran setelah serangkaian ledakan yang dilaporkan terjadi menyusul operasi militer terhadap Iran. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa Washington telah melancarkan “operasi tempur besar-besaran” terhadap Iran, dalam sebuah video berdurasi delapan menit yang diunggah di platform Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut aktivitas Teheran sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan Amerika Serikat, termasuk pasukan dan pangkalan militer AS di luar negeri.

“Selama 47 tahun rezim Iran meneriakkan ‘Matilah Amerika’ dan melancarkan kampanye pertumpahan darah tanpa henti. Ini adalah teror massal, dan kami tidak akan menoleransinya lagi,” tegas Trump seperti dikutip, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga menyinggung krisis sandera Kedutaan Besar AS tahun 1979–1981, ketika 66 warga Amerika ditahan selama 444 hari.

AS dan Israel Disebut Bertindak Bersama

Sejumlah laporan media internasional menyebut Amerika Serikat tidak bertindak sendiri. Pejabat AS yang dikutip NBC News dan Reuters menyatakan bahwa Washington “berpartisipasi” dalam operasi militer bersama Israel.

Seorang pejabat pertahanan Israel bahkan mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dikoordinasikan dengan AS.

Serangan disebut dilakukan melalui udara dan laut, meski rincian target dan cakupan operasi belum diumumkan secara resmi.

Sejumlah saksi mata di Teheran melaporkan ledakan keras pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Asap terlihat membubung di beberapa titik ibu kota.

Kantor berita Tasnim melaporkan dua ledakan tambahan di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara. Media pemerintah Iran mengakui adanya ledakan, namun belum memberikan detail lebih lanjut mengenai korban atau lokasi sasaran.

Associated Press melaporkan bahwa salah satu titik serangan berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Ali Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman.

Iran Siapkan Balasan

Seorang pejabat Teheran mengatakan kepada Reuters bahwa respons Iran diperkirakan akan “menghancurkan”. Namun belum dijelaskan apakah target balasan akan diarahkan ke Israel, pangkalan AS di Timur Tengah, atau wilayah lain.

Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.

Sirene dan Status Darurat di Israel

Di Yerusalem, sirene berbunyi pada Sabtu pagi. Militer Israel menyatakan itu adalah “peringatan proaktif” untuk menguji kesiapan publik menghadapi kemungkinan serangan balasan.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya mengumumkan keadaan darurat nasional dan menyebut serangan sebagai langkah pencegahan untuk “menghilangkan ancaman”.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga mengumumkan pembatasan aktivitas pendidikan, pertemuan publik, dan tempat kerja, kecuali sektor-sektor vital.

Konflik Memasuki Fase Berbahaya

Keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam operasi militer terhadap Iran menandai peningkatan dramatis ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Jika Iran benar-benar melancarkan balasan besar, konflik ini berpotensi meluas melibatkan lebih banyak negara dan mengganggu stabilitas kawasan, termasuk jalur energi global.

Situasi masih berkembang dan dunia kini menanti langkah berikutnya dari Teheran maupun Washington. (ren)