Warga Nambo Udik dan Babakan Demo PT Mowilex Cikande, Soroti Minimnya Tenaga Kerja Lokal

Ratusan warga di Cikande, Serang, menggelar aksi demo di PT Mowilex, menuntut prioritas tenaga kerja lokal serta transparansi dalam proses rekrutmen

Senin, 13 April 2026 - 15:30 WIB
Warga Nambo Udik dan Babakan Demo PT Mowilex Cikande, Soroti Minimnya Tenaga Kerja Lokal
Perwakilan warga Desa Nambo Udik dan Babakan menyampaikan tuntutan saat aksi unjuk rasa di depan PT Mowilex Indonesia di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Senin (13/4/2026). Foto: hallonews/esa

HALLONEWS.ID – Ratusan warga dari Desa Nambo Udik dan Desa Babakan menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Mowilex Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Senin (13/4/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal di perusahaan yang telah beroperasi sejak 2010 tersebut.

Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di depan gerbang perusahaan dengan membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi melalui orasi.

Mereka menilai keberadaan perusahaan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Perwakilan warga, Rawi, menyebutkan bahwa dari sekitar 200 karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, hanya sekitar 12 orang yang berasal dari lingkungan setempat. Bahkan, sebagian besar di antaranya bekerja sebagai tenaga non-skill.

“Kami hanya ingin ada keadilan. Perusahaan berdiri di wilayah kami, tetapi warga sekitar justru sulit mendapatkan pekerjaan,” ujar Rawi.

Warga berharap pihak perusahaan dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal, membuka proses rekrutmen secara lebih transparan, serta memberikan pelatihan agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah turun tangan untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan perusahaan agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.

Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan relatif kondusif. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen terkait tuntutan warga tersebut. (esa)