Resmi Pensiun! Chris Paul Akhiri 21 Musim di NBA, Tinggalkan Warisan ‘Point God’
Chris Paul resmi pensiun dari NBA setelah 21 musim. Point guard berjuluk “Point God” itu meninggalkan rekor assist, dua emas Olimpiade, dan warisan besar di Los Angeles Clippers.

HALLONEWS.ID – Dunia basket resmi kehilangan salah satu point guard terbaiknya. Chris Paul mengumumkan pensiun dari NBA setelah menjalani 21 musim penuh dedikasi, prestasi, dan konsistensi di level tertinggi.
Pengumuman tersebut disampaikan bertepatan dengan akhir pekan All-Star NBA di markas Los Angeles Clippers, tim yang memiliki ikatan emosional kuat dalam perjalanan kariernya.
Dijuluki “Point God”, Paul menutup lembaran panjang sebagai salah satu playmaker paling berpengaruh dalam sejarah liga.
Alih-alih mengejar cincin juara yang belum pernah diraihnya, Paul memilih berhenti dan memprioritaskan keluarga.
Dalam pernyataan di media sosial, ia mengungkapkan keinginannya untuk lebih hadir bagi orang-orang terdekat setelah bertahun-tahun melewatkan momen penting bersama anak-anaknya karena jadwal kompetisi.
Secara statistik, warisan Paul sulit dibantah. Ia 12 kali terpilih sebagai NBA All-Star dan empat kali masuk All-NBA First Team.
Ia juga mengoleksi dua medali emas Olimpiade bersama tim nasional Amerika Serikat. Dalam daftar sepanjang masa NBA, Paul berada di peringkat kedua untuk assist (12.552) dan steal (2.728), menjadikannya salah satu point guard paling produktif sepanjang sejarah.
Paul juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang menembus 20.000 poin dan 10.000 assist dalam kariernya—rekor yang kemudian diikuti oleh LeBron James dan Russell Westbrook.
Masa jayanya bersama Clippers pada 2011–2017 menjadi era kebangkitan klub tersebut. Di bawah komandonya, Clippers mencatat enam musim kemenangan beruntun, meraih dua gelar Divisi Pasifik pertama dalam sejarah klub, serta tiga kemenangan seri playoff. Banyak pengamat menilai periode itu sebagai fondasi reputasi modern Clippers di NBA.
Musim terakhir Paul berjalan singkat. Setelah sempat kembali ke Clippers, ia dilepas dan ditukar sebelum akhirnya berpisah tanpa memainkan laga tambahan.
Spekulasi sempat muncul bahwa ia akan bergabung dengan tim lain demi mengejar gelar juara, namun keputusan pensiun mengakhiri rumor tersebut.
Dengan karier sepanjang dua dekade lebih, peluang Paul untuk masuk Naismith Memorial Basketball Hall of Fame dinilai sangat besar. Ia bahkan telah lebih dulu menjadi bagian dari tim Olimpiade 2008 yang sudah diabadikan.
Kini, meski tak lagi tampil di lapangan NBA, nama Chris Paul akan tetap dikenang sebagai maestro pengatur serangan yang mengubah cara permainan point guard modern.(wib)
