Kali Sabi Hampir Jadi “Gunung Sampah!” Puluhan Ton Diangkut Relawan Gerakan Banten ASRI

Kali Sabi Tangerang nyaris jadi "gunung sampah!" Puluhan ton limbah diangkut relawan Gerakan Banten ASRI dalam aksi bersih sungai terbesar di Banten.

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:45 WIB
Kali Sabi Hampir Jadi “Gunung Sampah!” Puluhan Ton Diangkut Relawan Gerakan Banten ASRI
Relawan Gerakan Banten ASRI mengangkut puluhan ton sampah dari Kali Sabi, Tangerang, dalam aksi bersih sungai terbesar di Banten untuk memperingati HPSN Sabtu (14/2/2026). Foto: Banksasuci Foundation for Hallonews

HALLONEWS.ID– Kali Sabi yang selama ini nyaris tertimbun sampah akhirnya “bernapas” kembali. Puluhan ton limbah rumah tangga dan plastik yang menumpuk bertahun-tahun diangkut ratusan relawan dalam aksi Gerakan Banten ASRI, Indonesia ASRI, Sabtu (14/2/2026).

Aksi bersih-bersih besar-besaran ini digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), hasil kolaborasi Banksasuci Foundation dan UPTD DAS Cidurian-Cisadane.

Inisiator gerakan, Ade Yunus, menggambarkan kondisi Kali Sabi yang nyaris menjadi tumpukan daratan sampah.

“Bayangkan, kami bisa berdiri di atas kali karena lapisan sampah sudah menutupi dasar sungai. Ini bukan sungai lagi, tapi ‘gunung sampah’,” ujarnya.

Menurut Ade, aksi tersebut bukan sekadar bersih-bersih simbolik, tetapi upaya darurat menyelamatkan aliran air yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan Tangerang.

“Kalau dibiarkan, banjir pasti berulang. Kami akan terus turun ke lapangan dan mengedukasi warga agar berhenti menjadikan sungai sebagai tempat buang sampah,” tegasnya.

Relawan mengangkat tumpukan sampah setinggi lutut dari Kali Sabi, Tangerang, dalam aksi Gerakan Banten ASRI memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026.
Relawan Gerakan Banten ASRI mengangkut puluhan ton sampah dari Kali Sabi, Tangerang, dalam aksi bersih sungai terbesar di Banten untuk memperingati HPSN Sabtu (14/2/2026). Foto: Banksasuci Foundation for Hallonews

Gubernur Banten Terkejut

Melalui sambungan video call, Gubernur Banten Andra Soni mengaku terkejut melihat kondisi Kali Sabi dari layar ponselnya.

“Waduh, teman-teman sampai bisa berdiri di atas kali? Itu parah sekali! Harus segera dibersihkan,” katanya, sembari memberikan apresiasi kepada relawan.

Gubernur menyebut aksi tersebut sebagai contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, dan berjanji akan memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk mendukung program Banten ASRI.

“Terima kasih untuk semua relawan. Semangat terus dan jaga kesehatan,” tambahnya.

Kali Sabi, Simbol Krisis Lingkungan di Jantung Tangerang

Kali Sabi mengalir membelah Kabupaten dan Kota Tangerang, namun selama bertahun-tahun menjadi korban kebiasaan buruk warga yang menjadikannya tempat pembuangan sampah liar.

Akibatnya, sedimentasi sampah menutupi dasar sungai, memperparah risiko banjir setiap musim hujan.

Gerakan Banten ASRI hadir sebagai peringatan keras bahwa kerusakan lingkungan tak bisa dibiarkan menjadi rutinitas musiman.

Aksi ini juga membuka mata publik: perubahan nyata dimulai dari masyarakat sendiri.

“Kalau sungai mati karena sampah, maka kita sedang menggali kuburan kita sendiri,” tutur Ade Yunus mengakhiri orasinya di pinggiran Kali Sabi. (ren)