Starmer Tantang Rusia dan Tegaskan Inggris Siap Perang di Bawah Bendera NATO: “Kami Tak akan Mundur!”

Keir Starmer peringatkan Rusia: Inggris siap berperang demi NATO. Kapal induk HMS Prince of Wales dikirim ke Kutub Utara dalam misi kekuatan Eropa.

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:18 WIB
Starmer Tantang Rusia dan Tegaskan Inggris Siap Perang di Bawah Bendera NATO: “Kami Tak akan Mundur!”
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berpidato di Konferensi Keamanan Munich 2026, menegaskan kesiapan Inggris berperang demi NATO dan keamanan Eropa. Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID-Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer mengirim sinyal keras ke Moskow dan sekutu Eropa. Inggris siap bertempur untuk mempertahankan aliansi NATO.

Dalam pidato berapi-api di Konferensi Keamanan Munich atau Munich Security Conference (MSC), Starmer menyatakan bahwa komitmen Inggris terhadap Pasal 5 NATO, prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota berarti serangan terhadap semua, “tidak akan pernah goyah.”

“Jangan ragu, jika NATO diserang, Inggris akan datang hari ini juga,” ucapnya tegas di hadapan para pemimpin dunia, Jumat (13/2/2026) waktu setempat.

Starmer menegaskan, Inggris kini memimpin kembali di panggung global, meninggalkan citra tertutup dan terpecah dari masa Brexit.

“Kita bukan lagi Inggris di era Brexit. Dunia berbahaya menuntut keterbukaan dan kekuatan kolektif. Menutup diri bukan kendali, itu menyerah,” katanya.

Kapal Induk Inggris Bergerak ke Kutub Utara: Pesan untuk Moskow

Sebagai langkah nyata, Starmer mengumumkan pengerahan gugus tempur kapal induk HMS Prince of Wales ke Atlantik Utara dan Kutub Utara tahun ini, wilayah yang semakin menjadi titik panas antara Rusia dan NATO.

“Misi ini akan dijalankan bersama Amerika Serikat, Kanada, dan sekutu kami di NATO. Ini bukan simbolisme — ini pesan kekuatan,” ujar Starmer.

Ia juga menegaskan bahwa Inggris dan Prancis mendalami kerja sama nuklir untuk memperkuat payung pertahanan Eropa, menegaskan status London sebagai satu-satunya kekuatan nuklir Eropa Barat yang berkomitmen melindungi seluruh anggota NATO.

“Eropa harus bangun dari tidur panjangnya,” tegasnya.

Dalam nada konfrontatif, Starmer menyebut Eropa sebagai “raksasa yang sedang tidur,” kaya sumber daya, tetapi lumpuh oleh birokrasi dan ego nasional.

“Ekonomi kita sepuluh kali lebih besar dari Rusia, tapi perencanaan dan pengadaan yang terfragmentasi membuat kita lemah,” sindirnya.

Ia menyoroti fakta bahwa Eropa memiliki 10 jenis tank tempur utama dan puluhan model jet tempur berbeda, sementara Amerika Serikat hanya menggunakan satu sistem terintegrasi.

“Jika kita ingin mencegah agresi, kita harus siap berperang,” tegasnya, menyerukan pembentukan NATO yang lebih berorientasi Eropa dan bebas dari “politik kecil jangka pendek.”

Starmer: Rusia Lakukan Kesalahan Fatal di Ukraina

Starmer juga mengirim pesan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menuding Kremlin telah melakukan “kesalahan strategis besar” di Ukraina.

“Korban di pihak Rusia telah melampaui satu juta jiwa. Namun, bahkan ketika perang masih berkecamuk, Moskow justru mempersenjatai diri kembali,” ujarnya.

Starmer memperingatkan bahwa laporan NATO menunjukkan Rusia mungkin siap menguji kekuatan aliansi Barat pada akhir dekade ini.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan Inggris bukan perang, melainkan perdamaian melalui kekuatan nyata.

“Kami tidak mencari konflik. Tapi kami akan mempertahankan rakyat kami, nilai kami, dan cara hidup kami,  berapa pun harganya,” katanya menutup pidato. (ren)