KKB Papua Berulah Lagi, Wanita Penjual Pinang Ditikam

Wanita penjual pinang di Yahukimo menjadi korban penusukan OTK saat berjualan di Dekai. Aparat Satgas Damai Cartenz memburu pelaku yang diduga terkait KKB.

Rabu, 18 Februari 2026 - 8:31 WIB
KKB Papua Berulah Lagi, Wanita Penjual Pinang Ditikam
Korban penusukan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Hallonews

HALLONEWS.ID – Aksi kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo. Seorang perempuan penjual pinang menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal saat berjualan di kawasan pertokoan Distrik Dekai, Selasa (17/2/2026).

Korban berinisial EK (33), warga asal Nusa Tenggara Timur, mengalami luka tusuk di bagian pundak kanan setelah diserang dua pria yang datang menggunakan sepeda motor.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang melayani pembeli di Kompleks Ruko Blok A.
Menurut keterangan saksi, salah satu pelaku sempat dikenal korban sebagai pelanggan yang kerap membeli pinang di lapaknya.

Namun secara tiba-tiba, pelaku mendekati korban lalu mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penyerangan sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan.

Mendapat laporan kejadian, aparat gabungan dari Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari hasil penyelidikan awal, aparat menduga pelaku memiliki keterkaitan dengan jaringan KKB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok tersebut sebelumnya diduga terlibat dalam aksi pembakaran ruko di wilayah yang sama beberapa hari sebelumnya.

Meski begitu, aparat menegaskan proses pendalaman masih terus dilakukan untuk memastikan motif serta identitas pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil, khususnya perempuan yang sedang bekerja mencari nafkah.

Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk intimidasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Pelaku masih dikejar,” katanya.

Aparat keamanan juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor apabila memiliki informasi terkait keberadaan pelaku.

Hingga saat ini, pengejaran terhadap dua pelaku masih terus dilakukan, sementara pengamanan di kawasan pertokoan dan pusat aktivitas warga di Distrik Dekai diperketat. (min)