Hari Ketujuh Perang Iran–Israel: Rudal Hujani Tel Aviv, AS Klaim Serangan Iran Turun

Iran meluncurkan gelombang baru rudal dan drone ke Israel dalam operasi “True Promise 4” saat perang memasuki hari ketujuh dan eskalasi militer terus meningkat.

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:19 WIB
Hari Ketujuh Perang Iran–Israel: Rudal Hujani Tel Aviv, AS Klaim Serangan Iran Turun
Rentetan rudal terlihat melintas di langit Israel saat Iran meluncurkan gelombang serangan baru ke Tel Aviv dalam konflik yang memasuki hari ketujuh. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat ketika Teheran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone ke wilayah Israel pada hari ketujuh konflik, Jumat (6/3/2026).

Serangan tersebut membuat langit Israel dipenuhi cahaya dari lintasan rudal yang terlihat seperti percikan api di malam hari.

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang mereka sebut “True Promise 4”, yang menargetkan pusat Kota Tel Aviv.

Serangan ini menjadi kelanjutan dari baku tembak intens antara kedua negara yang telah berlangsung selama hampir sepekan.

Serangan Iran Diklaim Menurun

Di tengah eskalasi konflik, militer Amerika Serikat mengklaim intensitas serangan Iran mulai menurun dibanding hari pertama perang.

Menurut laporan militer AS, jumlah serangan rudal Iran telah berkurang sekitar 90 persen, sementara serangan drone turun sekitar 83 persen sejak awal konflik.

Meski demikian, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah tetap tegang karena kedua pihak masih saling melancarkan operasi militer.

Israel Luncurkan Serangan Balasan

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah melakukan gelombang serangan udara besar terhadap berbagai target militer di Iran.

Selain itu, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi di beberapa wilayah Beirut, Lebanon, yang diduga menjadi lokasi infrastruktur milisi sekutu Iran.

Sementara itu, seorang komandan militer Amerika Serikat menyebut lebih dari 30 kapal Iran telah ditenggelamkan selama konflik berlangsung.

Inggris Turun Tangan

Konflik yang semakin meluas juga memicu keterlibatan negara-negara Barat.

Pemerintah Inggris mengerahkan helikopter RAF ke Siprus, sekaligus mengirim tambahan empat jet tempur Typhoon ke Qatar untuk memperkuat kesiapan militer di kawasan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Inggris juga mulai mengevakuasi warganya dari Timur Tengah. Penerbangan pertama yang membawa warga Inggris telah mendarat di Bandara Stansted, London, pada Kamis malam.

Ukraina Diminta Bantu Lawan Drone Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat meminta bantuan Kyiv untuk menghadapi serangan drone Iran.

Menurut Zelenskyy, Ukraina memiliki pengalaman menghadapi drone jenis Shahed yang sebelumnya digunakan Rusia dalam perang melawan Kyiv.

“Kami menerima permintaan dari Amerika Serikat untuk memberikan dukungan khusus dalam menghadapi drone Shahed di Timur Tengah,” kata Zelenskyy dalam sebuah pernyataan resmi.

Ia mengatakan Ukraina akan mengirimkan peralatan pertahanan serta tenaga ahli militer untuk membantu menangkal serangan drone tersebut.

Suksesi Pemimpin Iran Masih Belum Jelas

Di dalam negeri Iran, ketidakpastian politik juga muncul setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada awal konflik.

Hingga kini, pemerintah Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan posisi tersebut.

Beberapa laporan menyebut putra Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi kandidat terkuat. Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pilihan tersebut tidak dapat diterima.

“Kami tidak akan menerima pemimpin yang melanjutkan ancaman terhadap Israel dan dunia,” kata Trump. (ren)