Lippo Cikarang (LPCK) Hibahkan 31,3 Hektare Lahan Meikarta untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
PT Lippo Cikarang Tbk menghibahkan 31,3 hektare lahan di kawasan Meikarta untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah pemerintah.

HALLONEWS.ID – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan rencana untuk menghibahkan sebagian lahan di kawasan proyek Meikarta guna mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Total lahan yang akan dihibahkan mencapai sekitar 31,3 hektare yang berada di kawasan pengembangan Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan hunian bagi masyarakat.
Melalui hibah lahan tersebut, area yang sebelumnya menjadi bagian dari pengembangan proyek Meikarta akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan perumahan dalam program nasional tersebut.
Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa penyediaan lahan ini diharapkan dapat membantu mempercepat realisasi program pembangunan hunian bagi masyarakat.
Lahan yang dihibahkan akan digunakan untuk pengembangan kawasan perumahan yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas akses terhadap kepemilikan rumah.
Program pembangunan 3 juta rumah merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk mengatasi kebutuhan hunian nasional yang masih cukup besar.
Dengan kontribusi lahan dari pihak swasta, termasuk dari LPCK, diharapkan pengembangan proyek perumahan dapat berjalan lebih cepat serta mendukung pemerataan pembangunan sektor perumahan.
PT Lippo Cikarang Tbk bergerak di bidang real estat, kawasan industri, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, konstruksi, pengangkutan, perdagangan, pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang sampah, aktivitas remediasi, serta aktivitas ketenagakerjaan dan penunjang usaha lainnya.
Pergerakan Harga Saham
Saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) berada di level Rp720. Dalam jangka pendek, saham ini mengalami penurunan sekitar 7,10% dalam satu minggu terakhir dan turun sekitar 2,04% dalam periode satu bulan.
Meski demikian, dalam periode tiga bulan terakhir saham LPCK masih mencatat kenaikan sekitar 26,32%. Secara tahunan, saham ini juga masih mencatat penguatan sekitar 40,35%. Namun dalam horizon yang lebih panjang, saham LPCK mengalami penurunan sekitar 22,83% dalam tiga tahun terakhir dan turun sekitar 40,30% dalam periode lima tahun.
Analisis Yesinvest
Dari sisi fundamental, kinerja laba bersih Lippo Cikarang menunjukkan fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Laba bersih tercatat sebesar Rp185 miliar pada 2021 dan meningkat menjadi Rp309 miliar pada 2022.
Namun pada 2023 laba bersih menurun menjadi Rp162 miliar. Pada 2024 perusahaan mencatatkan rugi bersih sekitar Rp1,612 triliun sebelum kembali membukukan laba sebesar sekitar Rp216 miliar pada 2025, yang menunjukkan adanya pemulihan kinerja setelah periode tekanan pada tahun sebelumnya.
Dari sisi valuasi, saham LPCK saat ini diperdagangkan dengan rasio price to earnings ratio sekitar 17,13 kali. Level valuasi tersebut mencerminkan bahwa pasar memberikan penilaian yang relatif moderat terhadap prospek perusahaan, dengan ekspektasi pemulihan kinerja setelah periode kerugian pada tahun sebelumnya.
Dari perspektif teknikal, pergerakan saham LPCK saat ini berada dalam fase sideways dan sedang menguji area support di kisaran 730 hingga 660.
Harga saham berpotensi mengalami pemantulan apabila mampu bertahan dan membentuk swing low pada area support tersebut. Dalam jangka pendek, area support terdekat berada di sekitar 660, sementara resistance terdekat berada di kisaran 850.(Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)
Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
