BPOM Temukan 108 Takjil Berbahaya, Ada yang Mengandung Formalin dan Pewarna Tekstil

BPOM menemukan 108 takjil berbahaya dari 5.447 sampel di seluruh Indonesia. Sejumlah makanan berbuka puasa diketahui mengandung formalin hingga pewarna tekstil Rhodamin B.

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:18 WIB
BPOM Temukan 108 Takjil Berbahaya, Ada yang Mengandung Formalin dan Pewarna Tekstil
Makanan takjil salah satu.makanan favorit yang dijual bebas. Hallonews

HALLONEWS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan ketat terhadap jajanan takjil di berbagai daerah. Hasilnya, ratusan sampel makanan ditemukan tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengujian terhadap 5.447 sampel takjil yang diambil dari 2.407 pedagang di 513 titik lokasi penjualan di seluruh Indonesia.

Dari hasil pengujian tersebut, 108 sampel dinyatakan tidak memenuhi standar karena mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil.

“Temuan terbanyak berada di Lubuklinggau, Sumatera Selatan dengan 27 sampel yang tidak memenuhi ketentuan. Secara umum, temuan takjil berbahaya tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Taruna dalam keterangannya, Rabu (11/3).

Selain Lubuklinggau, temuan makanan berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya juga ditemukan di beberapa kota besar seperti Tangerang, Surabaya, hingga Jakarta.

Di wilayah DKI Jakarta, BPOM menemukan sejumlah takjil seperti es cendol, sirup, dan kerupuk yang diduga mengandung Rhodamin B, yaitu zat pewarna sintetis yang sebenarnya digunakan untuk industri tekstil dan tidak boleh digunakan dalam makanan.

BPOM juga mengungkap beberapa jenis makanan yang paling sering ditemukan mengandung bahan berbahaya, di antaranya:

1. Formalin
Bahan ini sering ditemukan pada mi kuning, tahu bakso, teri nasi, cincau hitam, tahu kotak, hingga sambal goreng cumi asin.
Ciri makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki tekstur lebih kenyal dan tidak mudah hancur, berbau menyengat, serta mampu bertahan lebih lama di suhu ruang.

2. Rhodamin B
Zat pewarna ini sering ditemukan pada kerupuk berwarna cerah, bolu, jelly merah, es cendol, es guava, kue mangkok, dan sirup merah. Ciri khasnya adalah warna merah muda atau pink yang sangat mencolok, tampak berpendar, dan warnanya tidak merata.

Menurut BPOM, pola temuan takjil berbahaya tahun ini juga mengalami pergeseran lokasi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengawasan dan evaluasi yang dilakukan BPOM memberikan efek jera bagi sebagian pedagang yang sebelumnya melanggar aturan.

BPOM pun mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli makanan berbuka puasa. Konsumen disarankan memilih takjil dengan warna alami, tidak terlalu mencolok, serta membeli dari pedagang yang menjaga kebersihan dan kualitas bahan makanan. (min)