BPOM Perkuat Pengawasan Produk Demi Sukseskan Koperasi Merah Putih Nasional

BPOM memperkuat pengawasan dan pembinaan produk desa agar Koperasi Merah Putih menghadirkan produk aman, berkualitas, serta berdaya saing nasional.

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:33 WIB
BPOM Perkuat Pengawasan Produk Demi Sukseskan Koperasi Merah Putih Nasional
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan program pengawasan untuk mendukung Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan akan menjadi garda terdepan dalam menjamin keamanan dan kualitas produk yang dipasarkan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan ekonomi desa berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan, Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan menjadi pusat distribusi berbagai produk yang berada di bawah pengawasan BPOM, mulai dari pangan olahan, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat. Karena itu, seluruh produk yang dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih wajib memenuhi standar keamanan, mutu, khasiat, serta ketentuan regulasi yang berlaku,” ujar Taruna usai menghadiri peluncuran Koperasi Merah Putih di Istana Negara, Rabu (15/7/2026).

Taruna menegaskan, peran BPOM tidak hanya melakukan pengawasan setelah produk beredar (post-market), tetapi juga membina pelaku usaha sejak proses produksi (pre-market). Pendampingan tersebut mencakup percepatan registrasi produk, penerapan Cara Produksi yang Baik (CPB), edukasi keamanan pangan, hingga peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar nasional.

Dalam mendukung ekosistem Koperasi Merah Putih, BPOM juga menjalankan berbagai fungsi strategis, di antaranya penerbitan izin edar obat dan makanan, pengawasan obat bebas dan obat bebas terbatas, pengawasan keamanan pangan olahan di sarana distribusi, hingga pemberian Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO).

Menurut Taruna, kualitas produk menjadi faktor penentu keberhasilan program Koperasi Merah Putih. Kesuksesan program tidak hanya diukur dari jumlah koperasi yang berdiri atau besarnya nilai transaksi ekonomi, tetapi juga dari kemampuan koperasi menghadirkan produk yang aman, legal, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Karena itu, BPOM terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta komunitas UMKM untuk membangun sistem pembinaan dan pengawasan yang terintegrasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk unggulan desa yang memiliki nilai tambah ekonomi sekaligus memenuhi standar keamanan dan mutu.

“Keberhasilan Koperasi Merah Putih sangat ditentukan oleh kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dipasarkan. BPOM hadir memastikan setiap produk desa yang masuk ke pasar telah memenuhi standar yang dipersyaratkan sehingga transformasi ekonomi desa dapat berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat,” tutup Taruna Ikrar. (agn)