Riset UI Dorong Sirup Sawit Merah Masuk Program MBG untuk Tekan Risiko Stunting Bayi

Riset UI mengusulkan sirup sawit merah melengkapi MBG bagi ibu hamil guna meningkatkan vitamin A dan mencegah stunting sejak dini.

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB
Riset UI Dorong Sirup Sawit Merah Masuk Program MBG untuk Tekan Risiko Stunting Bayi
Guru Besar FKM UI, Ratu Ayu Dewi Sartika, menjelaskan bahwa sirup sawit merah tidak dimaksudkan untuk menggantikan program pemerintah. Foto: Hallonews/Agung Nugroho

HALLONEWS.ID – Hasil riset Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mendorong pemanfaatan sirup minyak sawit merah sebagai pelengkap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Inovasi tersebut diyakini dapat membantu menekan risiko stunting dengan memperbaiki status gizi sejak masa kehamilan.

Guru Besar FKM UI sekaligus Penerima Hibah Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Ratu Ayu Dewi Sartika, menjelaskan sirup sawit merah tidak dimaksudkan untuk menggantikan program pemerintah, melainkan menjadi intervensi gizi pendamping yang mendukung pelaksanaan MBG.

“Sirup minyak sawit merah ini berfungsi sebagai komplementer, bukan menggantikan program pemerintah, tetapi berjalan seiring dengan program yang sudah ada,” ujar Ratu dalam Media Briefing di Gedung BPDP, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).

Menurutnya, fokus intervensi gizi harus dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), bahkan sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

Hal itu penting karena masih tingginya kasus kekurangan vitamin A dan anemia pada ibu hamil yang berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), salah satu faktor utama penyebab stunting.

Ratu mengungkapkan, hingga kini pemerintah baru memberikan kapsul vitamin A dosis tinggi kepada balita dan ibu nifas.

Sementara itu, ibu hamil serta ibu menyusui pada enam bulan pertama setelah melahirkan belum memperoleh suplementasi vitamin A secara khusus.

Bahkan, cakupan pemberian kapsul vitamin A kepada ibu nifas baru mencapai sekitar 50 hingga 70 persen dari target nasional.

Kondisi tersebut dinilai menjadi celah yang dapat diisi melalui pemanfaatan sirup sawit merah sebagai suplemen pendamping.

Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan tim peneliti, konsumsi sirup sawit merah terbukti mampu meningkatkan kadar retinol atau vitamin A pada ibu hamil.

Sebaliknya, ibu yang tidak mengonsumsinya memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah sekitar 1,8 hingga 4,4 kali lebih tinggi.

Selain mendukung perbaikan gizi ibu dan anak, Ratu menilai pengembangan produk berbasis sawit merah juga sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional dan Asta Cita pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia. (agn)