PBB Kutuk Serangan Iran ke Negara Teluk, Rusia dan China Abstain
Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi yang menuntut Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk di tengah perang Timur Tengah.

HALLONEWS.ID – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat mengesahkan resolusi yang menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Resolusi tersebut menyatakan bahwa serangan yang dilakukan Iran melanggar hukum internasional dan menimbulkan “ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional.”
Dokumen itu disetujui dengan 13 suara mendukung dan dua abstain, yakni dari Rusia dan China, dua negara yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Teheran.
Resolusi tersebut menuntut Republik Islam Iran segera menghentikan semua serangan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Serangan Iran Dinilai Ancaman Global
Sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, Iran dilaporkan berulang kali melancarkan serangan di kawasan Teluk.
Teheran menyatakan bahwa target utama serangan tersebut adalah aset militer Amerika Serikat yang berada di wilayah tersebut. Namun sejumlah serangan juga dilaporkan mengenai infrastruktur sipil seperti fasilitas energi dan hotel.
Resolusi Dewan Keamanan juga menyoroti ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Duta Besar Bahrain untuk PBB Jamal Alrowaiei mengatakan pesan dari resolusi tersebut sangat jelas.
“Masyarakat internasional menolak serangan Iran terhadap negara-negara berdaulat yang mengancam stabilitas kawasan serta keamanan energi dan perdagangan global,” ujarnya.
Rusia dan China Kritik Resolusi
Meski tidak menggunakan hak veto, Rusia dan China memilih abstain karena menilai resolusi tersebut tidak seimbang.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan resolusi itu tidak menyebutkan serangan awal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Hal ini mengaburkan sebab dan akibat. Orang bisa mendapat kesan bahwa Iran menyerang negara-negara Arab tanpa provokasi,” kata Nebenzya.
Utusan China untuk PBB Fu Cong juga menyampaikan pandangan serupa dan mengatakan upaya untuk memasukkan konteks serangan awal dalam teks resolusi tidak berhasil.
Ketegangan Masih Berlanjut
Sementara itu, konflik di kawasan masih terus memanas. Pertukaran serangan udara kembali terjadi antara Israel dan kelompok militan Hezbollah yang berbasis di Lebanon.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan memastikan keamanan bagi kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.
“Saya pikir Anda akan melihat keamanan yang sangat besar dan itu akan terjadi dengan sangat cepat,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari yang sama.
Ketegangan di kawasan Teluk kini terus menjadi perhatian dunia karena potensi dampaknya terhadap stabilitas energi global dan keamanan jalur perdagangan internasional. (ren)
