ASN dan Swasta Siap-siap WFH Usai Lebaran 2026, Pemerintah Targetkan Hemat BBM 20%

Pemerintah terapkan WFH untuk ASN dan imbau swasta usai Lebaran 2026. Kebijakan ini ditargetkan mampu menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen.

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:30 WIB
ASN dan Swasta Siap-siap WFH Usai Lebaran 2026, Pemerintah Targetkan Hemat BBM 20%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika harga energi global yang terus meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa skema kerja fleksibel ini akan diterapkan secara terbatas, yakni satu hari dalam sepekan.

“WFH akan diberlakukan setelah Lebaran untuk ASN dan menjadi imbauan bagi sektor swasta, kecuali bagi sektor pelayanan publik,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Pemerintah saat ini tengah mematangkan aturan teknis dengan melibatkan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri, guna memastikan implementasi berjalan efektif.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi nasional.

Menurutnya, pembatasan mobilitas pekerja selama satu hari setiap pekan diperkirakan mampu menekan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen.

Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan WFH tidak akan mengganggu pelayanan publik maupun kinerja birokrasi. Sektor-sektor vital seperti kesehatan, keamanan, dan layanan langsung kepada masyarakat tetap diwajibkan beroperasi secara normal.

Untuk sektor swasta, pemerintah memberikan fleksibilitas dalam penerapan kebijakan ini sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perusahaan.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek dalam menjaga stabilitas konsumsi energi nasional, sekaligus mendukung efisiensi di tengah tekanan ekonomi global. (*)