Serangan Rudal Iran Lukai Puluhan Warga Israel, Dimona dan Arad Jadi Sasaran
Serangan rudal Iran menghantam wilayah selatan Israel, termasuk Dimona dan Arad, menyebabkan puluhan orang terluka dan kerusakan bangunan, sementara fasilitas nuklir dilaporkan tidak rusak.

HALLONEWS.ID — Puluhan warga Israel dilaporkan terluka setelah serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran menghantam wilayah selatan Israel, termasuk Kota Dimona dan Arad, pada Sabtu malam, 21 Maret 2026.
Layanan ambulans Israel, Magen David Adom, melaporkan bahwa sedikitnya 39 orang terluka akibat serangan rudal di Dimona. Dari jumlah tersebut, seorang anak berusia 10 tahun mengalami luka serius akibat pecahan proyektil, seorang wanita mengalami luka sedang akibat pecahan kaca, sementara puluhan lainnya mengalami luka ringan dan trauma psikologis.
Serangan rudal tersebut juga menghantam wilayah dekat fasilitas nuklir Israel di Dimona. Namun Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency menyatakan tidak ada indikasi kerusakan pada pusat penelitian nuklir Negev setelah serangan tersebut. Lembaga itu juga menyebut tidak ada tingkat radiasi abnormal yang terdeteksi di kawasan tersebut.
Pada malam yang sama, Iran kembali meluncurkan serangan rudal kedua yang menghantam kota Arad. Serangan ini menyebabkan kerusakan bangunan dan kebakaran di sejumlah lokasi serta menambah jumlah korban luka.
Layanan darurat Israel melaporkan puluhan korban luka di Arad, dengan beberapa di antaranya mengalami luka serius. Secara keseluruhan, lebih dari 60 orang dilaporkan terluka akibat dua serangan rudal tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut negaranya mengalami “malam yang sangat sulit” setelah serangan tersebut. Ia menegaskan Israel akan terus melakukan serangan balasan terhadap musuh-musuhnya di berbagai front.
Militer Israel juga mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka sebenarnya aktif saat serangan terjadi, namun gagal mencegat rudal yang diluncurkan Iran. Pihak militer menyatakan akan melakukan penyelidikan atas kegagalan sistem pertahanan tersebut.
Sementara itu, pejabat Israel juga mengklaim bahwa Iran kini memiliki rudal jarak jauh dengan jangkauan hingga sekitar 4.000 kilometer, yang disebut dapat menjangkau sejumlah ibu kota Eropa seperti London, Paris, dan Berlin. Klaim tersebut muncul setelah laporan bahwa Iran meluncurkan rudal jarak jauh yang menempuh ribuan kilometer dalam uji coba terbaru.
Ketegangan antara Iran dan Israel pun semakin meningkat setelah rangkaian serangan rudal tersebut, yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah. (ren)
