Tiga Direksi Mengundurkan Diri, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Jadwalkan RUPS

Tiga direksi PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mundur jelang RUPS. Simak kinerja keuangan, proyek Emas Pani, dan pergerakan saham terbaru.

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:00 WIB
Tiga Direksi Mengundurkan Diri, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Jadwalkan RUPS
Ilustrasi persiapan RUPS PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Foto: dok Yes Invest

HALLONEWS.ID – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan pengunduran diri tiga anggota direksi perseroan, yakni Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri.

Manajemen menyampaikan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diterima pada 18 Maret 2026 dan diungkapkan melalui keterbukaan informasi pada 25 Maret 2026.

Perseroan menegaskan bahwa sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, keputusan atas pengunduran diri tersebut akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dengan demikian, perubahan susunan direksi masih menunggu persetujuan resmi dari pemegang saham.

Dari sisi kinerja keuangan, EMAS mencatatkan kerugian sebesar USD27,49 juta sepanjang tahun 2025, meningkat 116,47 persen dibandingkan kerugian tahun sebelumnya sebesar USD12,69 juta. Peningkatan kerugian tersebut terjadi seiring belum beroperasinya tambang Emas Pani secara komersial.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan pendapatan perseroan yang hanya berasal dari segmen sewa alat berat kepada pihak berelasi, yaitu PT Merdeka Mining Servis.

Sepanjang 2025, EMAS membukukan pendapatan sebesar USD131,96 ribu, turun 92,45 persen dibandingkan periode 2024 yang sebesar USD1,74 juta.

PT Merdeka Gold Resources Tbk sendiri merupakan perusahaan induk yang menjalankan kegiatan usaha di bidang pertambangan emas dan mineral pengikutnya, termasuk pengolahan serta aktivitas terintegrasi secara vertikal.

Salah satu proyek utama perseroan adalah Proyek Emas Pani yang dirancang sebagai tambang dengan operasional multi-dekade, memiliki kapasitas pemrosesan hingga 19 juta ton per tahun, serta diproyeksikan mencapai produksi puncak sebesar 500.000 ounce emas per tahun pada 2033, menjadikannya salah satu tambang emas terbesar di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Saham EMAS terakhir tercatat berada pada level 8.450. Dalam jangka pendek, saham ini mengalami pelemahan 10,79 persen dalam satu minggu terakhir, namun masih mencatatkan kenaikan 1,80 persen secara bulanan.

Dalam jangka menengah hingga panjang, kinerja saham menunjukkan penguatan signifikan dengan kenaikan 51,57 persen dalam tiga bulan terakhir serta melonjak 193,40 persen dalam satu tahun terakhir.

Analisis Yesinvest
Dari sisi fundamental, kinerja EMAS masih tertekan yang tercermin dari peningkatan kerugian bersih pada 2025. Hal ini terutama disebabkan belum beroperasinya tambang Emas Pani secara komersial, sehingga kontribusi pendapatan perseroan masih sangat terbatas dan bergantung pada segmen non-utama.

Dari sisi valuasi, saham EMAS saat ini dinilai berada pada level yang relatif tinggi, tercermin dari rasio price to book value yang mendekati 20 kali, sementara perseroan belum mencatatkan laba hingga akhir 2025.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap prospek jangka panjang perseroan sudah cukup tinggi, namun juga menyimpan risiko apabila realisasi kinerja tidak sesuai harapan.

Secara teknikal, pergerakan saham EMAS masih berada dalam tren naik. Area support teridentifikasi di kisaran 7.350, sementara target resistance berada di sekitar 8.900, mencerminkan potensi kelanjutan tren selama harga mampu bertahan di atas level support tersebut.(Adi Prasetya Teguh / Research Analyst Yes Invest)