Iran Tolak Proposal Damai Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kendali Selat Hormuz
Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump dan mengajukan lima syarat penghentian perang, termasuk kompensasi perang dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Iran menolak proposal perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penghentian perang yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutu di kawasan Timur Tengah.
Media pemerintah Iran, Rabu (25/3/2026) waktu setempat, melaporkan bahwa Teheran telah meninjau proposal 15 poin dari Amerika Serikat, namun menilai tuntutan dalam proposal tersebut terlalu berlebihan dan tidak dapat diterima.
Seorang pejabat Iran menyatakan bahwa perang tidak akan dihentikan berdasarkan keinginan Amerika Serikat, melainkan hanya akan berakhir apabila syarat yang diajukan Iran dipenuhi.
Iran melalui perantara diplomatik juga telah menyampaikan kepada Washington bahwa mereka akan terus melakukan pembelaan diri selama konflik masih berlangsung.
Dalam posisi negosiasi tersebut, Iran mengajukan lima syarat utama untuk mengakhiri perang, yaitu penghentian agresi dan pembunuhan terhadap pejabat Iran, adanya mekanisme yang menjamin Iran tidak akan diserang kembali, pembayaran ganti rugi perang, penghentian konflik di seluruh wilayah yang melibatkan kelompok sekutu Iran, serta pengakuan internasional atas kedaulatan Iran terhadap Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati wilayah tersebut.
Situasi ini juga diwarnai kebingungan terkait proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, pejabat Pakistan menyebut Iran telah menerima proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Namun Iran berulang kali membantah bahwa mereka sedang melakukan negosiasi langsung dengan Washington.
Seorang juru bicara militer Iran bahkan menyindir bahwa Amerika Serikat sebenarnya sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
Meski demikian, pejabat Iran menyatakan proposal Amerika masih dalam tahap peninjauan, walaupun tanggapan awal terhadap proposal tersebut dinilai tidak positif. Respons Iran disebut telah disampaikan melalui Pakistan untuk diteruskan kepada pemerintah Amerika Serikat.
Proposal Amerika disebut mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran, pembatasan program nuklir Iran, pembatasan rudal balistik, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Mediator dari Mesir dan Pakistan juga mendorong kemungkinan pertemuan langsung antara pejabat Iran dan Amerika Serikat untuk membahas gencatan senjata.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi dengan pihak yang tepat di Iran dan menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan. Namun hingga kini belum jelas siapa dari pihak Iran yang terlibat dalam komunikasi tersebut.
Iran sendiri menyatakan tetap berhati-hati terhadap Amerika Serikat karena pengalaman konflik sebelumnya, termasuk serangan militer yang terjadi pada masa pemerintahan Trump yang memicu konflik yang berlangsung saat ini. (ren)
