Trump Perpanjang Tenggat Waktu Buka Selat Hormuz 10 Hari, Iran Disebut Siap Negosiasi

Trump memperpanjang ultimatum pembukaan Selat Hormuz dan mengklaim Iran mulai siap duduk di meja perundingan.

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:57 WIB
Trump Perpanjang Tenggat Waktu Buka Selat Hormuz 10 Hari, Iran Disebut Siap Negosiasi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara saat rapat kabinet di Gedung Putih, 26 Maret 2026. Foto: Euronews for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari, di tengah meningkatnya tensi konflik dan upaya diplomatik yang masih berlangsung. ⏳

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Kamis (26/3/2026) pagi waktu setempat, Trump membantah bahwa dirinya sangat menginginkan kesepakatan damai. Ia justru menegaskan Teheran berada dalam posisi yang ingin bernegosiasi.

“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru dari media berita palsu, pembicaraan berjalan sangat baik,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, Kamis (26/3/2026) waktu setempat.

Sebelumnya, Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur energi Iran jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menyebut terdapat “tanda-tanda kuat” bahwa Teheran siap mengakhiri pertempuran. Ia juga mengonfirmasi Washington telah mengirimkan daftar 15 poin aksi kepada Iran melalui pejabat Pakistan.

“Kita akan lihat apakah ini menjadi titik balik tanpa alternatif yang lebih baik selain lebih banyak kematian dan kehancuran,” kata Witkoff.

Trump sendiri berganti-ganti antara ancaman keras dan klaim bahwa Iran berada di ambang menyerah. Ia bahkan menyebut opsi Amerika Serikat mengambil alih minyak Iran sebagai kemungkinan.

“Itu adalah sebuah pilihan,” ujarnya kepada wartawan.

Israel Khawatir Perang Melampaui Batas

Di sisi lain, kekhawatiran muncul dari dalam Israel. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, memperingatkan bahwa konflik telah melampaui kemampuan militer negaranya.

“IDF sudah mencapai batas kemampuannya dan bahkan melampauinya,” kata Lapid.

Peringatan serupa sebelumnya disampaikan Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, yang menyoroti tekanan perang multi-front terhadap militer Israel.

Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, juga mengakui kebutuhan tambahan pasukan, terutama di front Lebanon.

Iran Ajukan Syarat Balasan

Kantor berita Tasnim News Agency melaporkan Iran telah mengirimkan tanggapan resmi terhadap proposal AS. Teheran meminta penghentian serangan AS dan Israel serta pembayaran ganti rugi perang.

Iran juga menuntut pengakuan atas kedaulatannya terhadap Selat Hormuz, syarat yang dinilai jauh melampaui proposal awal Washington.

Situasi ini menunjukkan negosiasi masih berlangsung, namun dengan tuntutan yang saling berseberangan dan risiko eskalasi tetap tinggi di kawasan Teluk. (ren)