Trump Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dapat mengambil minyak Iran dan bahkan mempertimbangkan merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak strategis Iran.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil minyak Iran dan bahkan mempertimbangkan untuk merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak strategis Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan Financial Times, di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran,” kata Trump dalam wawancara tersebut seperti dikutip Sky News, Senin (30/3/2026).
Pulau Kharg Jadi Target Strategis
Pulau Kharg merupakan fasilitas ekspor minyak terbesar Iran dan menjadi jalur utama pengiriman minyak Iran ke pasar global. Sebagian besar ekspor minyak Iran berasal dari pulau ini.
Trump tidak menampik kemungkinan Amerika Serikat merebut pulau tersebut sebagai bagian dari strategi perang dan tekanan ekonomi terhadap Iran.
“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.
“Saya rasa mereka tidak punya pertahanan yang kuat. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah,” tambahnya.
Namun, Trump juga mengakui bahwa jika Amerika Serikat merebut pulau tersebut, maka pasukan AS harus berada di sana dalam waktu yang cukup lama.
Pernyataan ini mengingatkan pada pernyataan Trump pada tahun 2011 ketika ia mengatakan Amerika Serikat seharusnya mengambil minyak Irak setelah perang Irak.
Serangan Udara di Teheran dan Pemadaman Listrik
Sementara itu, situasi di Iran semakin memanas setelah sistem pertahanan udara di Teheran diaktifkan menyusul laporan serangan udara besar-besaran di ibu kota Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan terjadi pemadaman listrik di Provinsi Teheran dan Alborz setelah serangan terhadap fasilitas listrik. Kementerian Energi Iran kemudian menyatakan pemadaman listrik di Teheran timur berhasil diatasi.
Iran Ancam Serang Universitas Israel dan Kampus AS
Iran juga memperingatkan akan adanya eskalasi baru setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah universitas di Iran yang dituduh Israel sebagai pusat penelitian nuklir.
Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa universitas di Israel dan cabang universitas Amerika di kawasan Timur Tengah dapat menjadi target jika keamanan universitas Iran tidak dijamin.
Beberapa universitas Amerika memiliki kampus di Qatar dan Uni Emirat Arab, termasuk Universitas Georgetown, New York University, dan Northwestern.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan puluhan universitas dan pusat penelitian telah terkena serangan, termasuk Universitas Sains dan Teknologi Iran serta Universitas Teknologi Isfahan.
Konflik Energi dan Risiko Eskalasi
Pernyataan Trump mengenai kemungkinan mengambil minyak Iran dan merebut Pulau Kharg menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berkaitan dengan militer, tetapi juga energi dan ekonomi global.
Jika Pulau Kharg atau jalur ekspor minyak Iran terganggu atau dikuasai, dampaknya bisa sangat besar terhadap pasokan energi dunia dan harga minyak global.
Situasi ini menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah kini tidak hanya menjadi konflik militer regional, tetapi juga konflik geopolitik energi yang dapat mempengaruhi ekonomi global. (ren)
