PBB: Hentikan Perang Iran Sekarang, Timur Tengah di Ambang Perang Besar
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan perang terhadap Iran. Ia memperingatkan dunia kini berada di ambang perang besar Timur Tengah yang dapat berdampak global.

HALLONEWS.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Israel segera menghentikan perang terhadap Iran dan meminta Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangganya. PBB memperingatkan bahwa Timur Tengah kini berada di ambang perang besar yang dapat berdampak global.
Dalam pernyataannya kepada pers pada Kamis (2/4/2026), Antonio Guterres menyampaikan pesan tegas kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah.
“Pesan saya jelas. Kepada Amerika Serikat dan Israel, sudah saatnya menghentikan perang yang menimbulkan penderitaan manusia yang luar biasa dan telah memicu konsekuensi ekonomi yang menghancurkan. Kepada Iran, hentikan serangan terhadap negara-negara tetangganya,” kata Guterres seperti dikutip CGTN.
Guterres mengatakan bahwa krisis Timur Tengah telah memasuki bulan kedua dengan tingkat kehancuran yang semakin besar, serangan tanpa pandang bulu, serta meningkatnya penargetan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
Ia memperingatkan bahwa dunia saat ini berada di ambang konflik yang lebih luas yang dapat melanda seluruh kawasan Timur Tengah dan berdampak besar terhadap dunia, termasuk ekonomi global, energi, dan perdagangan internasional.
Menurut Guterres, upaya diplomatik sedang dilakukan untuk mencari jalan damai dan harus diberi ruang untuk berhasil dengan berlandaskan hukum internasional dan Piagam PBB.
“Sengketa harus diselesaikan secara damai. Kedaulatan dan integritas wilayah semua negara harus dihormati. Warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk instalasi nuklir, harus dilindungi. Kebebasan navigasi harus dijunjung tinggi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa konflik tidak akan berakhir dengan sendirinya tanpa keputusan politik dari para pemimpin dunia.
“Konflik tidak berakhir dengan sendirinya. Konflik berakhir ketika para pemimpin memilih dialog daripada kehancuran,” kata Guterres.
Sementara itu, pada Kamis (2/4/2026), Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, juga menyerukan penghentian permusuhan di Timur Tengah dan gencatan senjata segera.
Wang Yi menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan tuntutan kuat komunitas internasional dan menjadi solusi mendasar untuk menjamin keamanan jalur pelayaran global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi dunia.
Ia juga menekankan bahwa komunitas internasional harus menjaga sistem internasional yang berlandaskan Piagam PBB dan hukum internasional serta mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi damai.
Uni Eropa dalam percakapan tersebut menyatakan tidak terlibat langsung dalam konflik, namun dampaknya sangat dirasakan oleh Eropa, terutama terhadap stabilitas ekonomi dan perdagangan global. Uni Eropa mendesak agar ketegangan segera diturunkan dan dialog serta negosiasi damai kembali dimulai.
Seruan dari PBB, China, dan Uni Eropa tersebut menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah kini tidak lagi sekadar konflik regional, tetapi telah menjadi ancaman stabilitas global yang berkaitan langsung dengan jalur energi dunia, perdagangan internasional, serta keamanan geopolitik global.
Perang yang terus berlanjut juga berdampak pada jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, harga energi dunia, serta stabilitas ekonomi global, sehingga tekanan internasional untuk gencatan senjata dan perundingan damai semakin kuat. (ren)
