Trump: Pilot AS yang Hilang di Iran Berhasil Ditemukan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilot militer Amerika yang hilang setelah jet F-15E jatuh di Iran telah ditemukan setelah operasi penyelamatan berisiko tinggi di wilayah pegunungan Iran.

Minggu, 5 April 2026 - 18:27 WIB
Trump: Pilot AS yang Hilang di Iran Berhasil Ditemukan
Asap mengepul dari puing-puing pesawat militer AS di Iran dalam foto yang dirilis Korps Garda Revolusi Islam Iran melalui website Sepah News, Minggu 5 April 2026, terkait operasi penyelamatan pilot Amerika yang jatuh. Foto: Sepah News for Hallonews

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pilot militer Amerika Serikat kedua yang sebelumnya hilang setelah jet tempur F-15E jatuh di wilayah Iran telah ditemukan setelah operasi pencarian dan penyelamatan yang berisiko tinggi.

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan setelah jatuhnya pesawat tempur F-15E Strike Eagle pada Jumat (3/4/2026), di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Sebelumnya, satu anggota kru pesawat telah berhasil diselamatkan lebih dulu.

Trump mengatakan pilot yang ditemukan tersebut berada di wilayah pegunungan Iran di belakang garis musuh dan dalam kondisi terluka, namun dipastikan akan selamat.

“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan Iran yang berbahaya, diburu oleh musuh-musuh kita yang semakin mendekat dari jam ke jam,” kata Trump melalui media sosialnya, Minggu (5/4/2026).

Ia menambahkan bahwa operasi penyelamatan melibatkan puluhan pesawat dan militer Amerika Serikat telah memantau lokasi pilot tersebut selama 24 jam sebelum melakukan operasi penyelamatan.

Pesawat tempur F-15E yang jatuh tersebut merupakan pesawat militer Amerika pertama yang jatuh di wilayah Iran sejak konflik dimulai pada akhir Februari.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memberikan tekanan besar terhadap Iran dan akan mengakhiri perang dalam waktu singkat. Namun beberapa hari kemudian, Iran dilaporkan menembak jatuh dua pesawat militer Amerika Serikat, menunjukkan bahwa konflik masih berlangsung sengit.

Konflik tersebut juga berdampak pada kawasan Teluk. Di Kuwait, serangan drone Iran menyebabkan kerusakan pada pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air. Sementara di Bahrain, serangan drone juga menyebabkan kebakaran di fasilitas penyimpanan minyak.

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan ribuan orang, mengganggu pasar global, memutus jalur pelayaran utama, serta menyebabkan lonjakan harga energi dunia.

Di tengah konflik tersebut, Trump kembali mengancam Iran agar membuka Selat Hormuz yang merupakan jalur penting pengiriman energi global atau menghadapi konsekuensi besar dari Amerika Serikat.

Sementara itu, Iran juga memperingatkan bahwa mereka dapat mengganggu jalur pelayaran strategis lainnya di kawasan, termasuk Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia.

Di sisi lain, upaya diplomasi untuk menghentikan konflik masih berlangsung. Beberapa negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir dilaporkan sedang berupaya memediasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai gencatan senjata dan penyelesaian diplomatik.

Konflik yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut telah menimbulkan korban jiwa besar di berbagai negara di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. (ren)