Trump Serang Paus Leo XIV, Sebut “Lemah” Usai Kritik Perang Iran
Ketegangan baru muncul. Trump menyerang Paus Leo XIV setelah kritik keras soal perang Iran dan kebijakan AS.

HALLONEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV setelah pemimpin Vatikan tersebut mengecam kebijakan militer AS terkait konflik dengan Iran.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu (12/4/2026), Trump menyebut Paus sebagai sosok yang “lemah dalam kriminalitas” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri.”
“Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” tulis Trump seperti dikutip Hallonews.id, Senin (13/4/2026).
Ia juga menyinggung bahwa Paus seharusnya “bersyukur” atas posisinya, bahkan mengklaim pemilihannya sebagai pemimpin Gereja Katolik dipengaruhi faktor politik.
Dipicu Kritik Paus atas Perang Iran
Ketegangan ini bermula setelah Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari.
Paus menyebut ancaman untuk menghancurkan Iran sebagai sesuatu yang: “Benar-benar tidak dapat diterima” dan “ancaman terhadap seluruh rakyat.”
Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan Amerika Serikat terhadap migran serta menyerukan refleksi moral yang lebih mendalam.
Trump Balas dengan Kritik Personal
Tak hanya melalui media sosial, Trump juga kembali mengulang kritiknya saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
“Saya rasa dia tidak melakukan pekerjaan yang baik… saya bukan penggemar Paus Leo,” ujar Trump.
Ia bahkan menyebut Paus sebagai “orang liberal” yang dinilai tidak sejalan dengan pendekatan keras terhadap keamanan dan kriminalitas.
Vatikan Serukan Perdamaian Global
Di sisi lain, Paus Leo XIV terus menyuarakan pesan perdamaian dan menyerukan penghentian konflik bersenjata.
Dalam pernyataannya, Paus menegaskan bahwa: “Tuhan tidak memberkati konflik apa pun.” “Tidak ada alasan yang dapat membenarkan penumpahan darah orang yang tidak bersalah.”
Paus juga menolak narasi perang berbasis agama dan menekankan pentingnya kembali ke jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik.
Ketegangan Politik dan Moral
Perseteruan ini mencerminkan benturan antara pendekatan politik dan moral dalam merespons konflik global, khususnya di Timur Tengah.
Di satu sisi, AS menegaskan pendekatan militer sebagai bagian dari strategi keamanan, sementara Vatikan menekankan nilai kemanusiaan dan perdamaian universal. (ren)
