Laura Fernandez Resmi Dilantik Jadi Presiden Baru Kosta Rika, Fokus Berantas Kejahatan
Laura Fernandez resmi dilantik sebagai Presiden baru Kosta Rika dan berjanji memerangi kejahatan terorganisir serta memperkuat keamanan nasional.

HALLONEWS.ID – Laura Fernandez resmi dilantik sebagai Presiden baru Kosta Rika pada Jumat (8/5/2026) waktu setempat.
Dalam pidato pertamanya sebagai kepala negara, Fernandez menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memerangi kejahatan terorganisir dan memperkuat keamanan nasional.
Pelantikan berlangsung di Stadion Nasional San Jose dan dihadiri sejumlah tamu negara dari kawasan Amerika Latin hingga Eropa.
Laura Fernandez menjadi presiden perempuan kedua dalam sejarah Kosta Rika.
Dalam pidato perdananya, Fernandez menyoroti meningkatnya ancaman perdagangan narkoba dan kriminalitas lintas negara yang belakangan menjadi perhatian serius di negara tersebut.
“Kami akan melancarkan perang tanpa kompromi terhadap kejahatan terorganisir,” tegas Fernandez di hadapan ribuan pendukung dan tamu undangan.
Pemerintah baru Kosta Rika disebut akan fokus memperkuat aparat keamanan, modernisasi sistem kepolisian, serta memperketat pengawasan terhadap jaringan kriminal internasional yang beroperasi di kawasan Amerika Tengah.
Fernandez juga menunjuk Gerald Campos sebagai Menteri Keamanan Publik untuk memimpin agenda reformasi keamanan nasional.
Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintahan baru akan mengambil pendekatan lebih keras terhadap kelompok kriminal.
Selain isu keamanan, Fernandez menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan. Pemerintahannya harus menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk dampak ketidakstabilan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.
Laura Fernandez dikenal sebagai politikus yang dekat dengan mantan Presiden Rodrigo Chaves Robles. Sebelumnya ia menjabat Menteri Kepresidenan dalam pemerintahan Chaves dan menjadi salah satu tokoh penting di Partai Sovereign People’s Party (PPSO).
Kemenangan Fernandez dalam pemilu Februari 2026 dianggap sebagai kelanjutan arah politik konservatif-populis di Kosta Rika. Dukungan mayoritas parlemen terhadap partainya diyakini akan mempermudah jalannya agenda pemerintahan baru.
Meski demikian, sejumlah pihak oposisi menyoroti kuatnya pengaruh Rodrigo Chaves dalam kabinet Fernandez. Kritik muncul setelah Fernandez menunjuk beberapa tokoh lama pemerintahan sebelumnya untuk menduduki posisi strategis.
Terlepas dari kritik tersebut, Fernandez menegaskan bahwa pemerintahannya akan bekerja untuk menjaga stabilitas negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kosta Rika.
“Kami ingin menghadirkan negara yang aman, stabil, dan memiliki masa depan lebih baik bagi seluruh rakyat,” ujarnya.(wib)
