Serangan Drone Ukraina Guncang Moskow, Kapal Terkait China Kena Hantam di Laut Hitam

Serangan drone Ukraina mengguncang Moskow saat Rusia melancarkan serangan balasan besar-besaran. Kapal terkait China di Laut Hitam juga terkena hantaman.

Kamis, 21 Mei 2026 - 5:01 WIB
Serangan Drone Ukraina Guncang Moskow, Kapal Terkait China Kena Hantam di Laut Hitam
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (X Zelenskyy for Hallonews).

HALLONEWS.ID – Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah Ukraina melancarkan serangan drone jarak jauh ke wilayah Rusia, termasuk area sekitar Moskow.

Serangan tersebut disebut sebagai salah satu operasi drone terbesar Ukraina sepanjang 2026 dan menandai meningkatnya eskalasi perang kedua negara.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat ratusan drone Ukraina yang menyerang sejumlah wilayah strategis. Namun, beberapa serangan dilaporkan tetap menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di sekitar ibu kota Rusia.

Media internasional melaporkan sedikitnya empat orang tewas akibat gelombang serangan tersebut. Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara Moskow juga sempat terganggu karena ancaman drone.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai bagian dari strategi “deep strikes” atau serangan mendalam ke wilayah Rusia.

Langkah tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan udara besar-besaran Moskow terhadap kota-kota Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Di saat bersamaan, Rusia juga melancarkan serangan udara masif ke berbagai wilayah Ukraina menggunakan ratusan drone dan rudal. Kota Dnipro serta sejumlah kawasan lain dilaporkan menjadi target utama serangan Rusia.

Situasi semakin mendapat perhatian internasional setelah sebuah kapal kargo terkait perusahaan China dilaporkan terkena serangan drone Rusia di Laut Hitam, dekat pelabuhan Odesa.

Kapal bernama KSL Deyang yang berbendera Marshall Islands tersebut diketahui membawa awak warga negara China. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden itu, namun kejadian tersebut memicu sorotan karena terjadi menjelang agenda diplomatik penting antara Rusia dan China.

Angkatan Laut Ukraina menuding Rusia telah membahayakan jalur pelayaran internasional di Laut Hitam. Ukraina juga menilai serangan terhadap kapal terkait China itu dapat memperumit hubungan diplomatik Moskow dan Beijing.

Sejumlah pengamat internasional menilai perang Rusia-Ukraina kini memasuki fase baru, di mana penggunaan drone jarak jauh menjadi senjata utama kedua pihak. Serangan terhadap wilayah sipil, fasilitas energi, hingga jalur perdagangan internasional dinilai meningkatkan risiko konflik yang lebih luas.

Meski berbagai negara terus mendorong upaya gencatan senjata, intensitas serangan antara Rusia dan Ukraina justru terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (wib)