Magang Nasional Meledak! 76 Ribu Peserta Diburu Industri, Menaker Targetkan 150 Ribu Anak Muda

Program Magang Nasional 2026 mencatat 76 ribu peserta dengan 35 persen langsung mendapat peluang kerja. Menaker Yassierli targetkan 150 ribu peserta tahun depan.

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:30 WIB
Magang Nasional Meledak! 76 Ribu Peserta Diburu Industri, Menaker Targetkan 150 Ribu Anak Muda
Menurut Yassierli, program magang menjadi salah satu jembatan penting bagi lulusan baru untuk mengenal kebutuhan industri secara langsung. Foto: Kemenaker for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli secara resmi menutup pelaksanaan Program Magang Nasional Batch 2 dalam acara yang digelar di Ruang Tridarma Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia muda agar mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

Menurut Yassierli, program magang menjadi salah satu jembatan penting bagi lulusan baru untuk mengenal kebutuhan industri secara langsung. Selain memperoleh pengalaman kerja nyata, peserta juga mendapat kesempatan memahami budaya kerja profesional sekaligus mengasah keterampilan sebelum benar-benar masuk ke pasar tenaga kerja.

Sepanjang pelaksanaan dua gelombang program, jumlah peserta tercatat mencapai sekitar 76 ribu orang. Batch pertama diikuti sekitar 14 ribu peserta, sedangkan batch kedua diikuti lebih dari 62 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme besar generasi muda dalam mencari pengalaman praktis sebagai bekal menghadapi persaingan kerja.

“Program ini memberi ruang bagi peserta untuk memahami dunia industri secara langsung sekaligus membangun kesiapan menghadapi tantangan kerja,” ujar Yassierli.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas peserta, Kemnaker juga menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi yang dapat diikuti secara opsional. Uji kompetensi dilakukan secara langsung di balai pelatihan agar sesuai dengan standar asesmen yang berlaku.

Yassierli mengatakan, sertifikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai tambah peserta setelah menyelesaikan program magang, sekaligus meningkatkan peluang mereka mendapatkan pekerjaan.

Berdasarkan hasil evaluasi batch pertama, mayoritas peserta memberikan penilaian positif terhadap program tersebut. Sekitar 85 persen peserta mengaku puas hingga sangat puas, sementara tingkat ketidakpuasan tercatat sangat kecil.

Respons positif juga datang dari perusahaan mitra. Dari sekitar 4 ribu perusahaan yang terlibat, sebagian besar menyatakan puas terhadap pelaksanaan program magang yang dijalankan pemerintah.

Tak hanya itu, sekitar 35 persen peserta batch pertama disebut langsung mendapatkan peluang kerja dari tempat mereka menjalani magang.

Menurut Yassierli, capaian tersebut menunjukkan program magang mampu menjadi jalur percepatan bagi lulusan muda untuk memasuki dunia kerja.

Pemerintah pun berencana memperluas cakupan program pada 2026. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, target peserta magang nasional ditingkatkan menjadi 150 ribu orang, naik dari target sebelumnya sebesar 100 ribu peserta.

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini tengah menyiapkan berbagai tahapan bersama perusahaan mitra, mulai dari pembukaan lowongan, verifikasi peserta, hingga proses seleksi administrasi dan tes daring.

Gelombang pertama program tahun 2026 dijadwalkan dimulai pada Juli dengan target awal sekitar 50 ribu peserta. Pelaksanaan berikutnya akan dilakukan bertahap hingga mencapai target nasional.

Yassierli pun mengajak para lulusan baru memanfaatkan program tersebut sebagai kesempatan memperkuat pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, dan memperluas peluang karier di masa depan. (agn)