Ketua KONI Kota Bogor Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Dinilai Sulit Pertahankan Dominasi
Ketua KONI Kota Bogor Dedy Sumarna memprediksi Spanyol berpeluang menjadi juara Piala Dunia 2026. Ia menilai turnamen selalu menghadirkan kejutan dan tidak mudah diprediksi.

HALLONEWS.ID – Piala Dunia selalu menghadirkan cerita tak terduga di balik persaingan para tim unggulan.
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 dalam waktu kurang dari tiga pekan, sejumlah negara seperti Argentina, Prancis, Spanyol, Brasil, dan Inggris kembali dijagokan menjadi kandidat kuat juara.
Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna dalam keterangannya ke wartawan media ini Jumat (29/5/2026) mengatakan, untuk
piala dunia tahun ini, dirinya memprediksi tim Spanyol yang akan lolos sebagai juara.
Walau menjagokan kesebelasan Spanyol, namun Dedy mengaku, agak sulit memprediksi, karena ada beberapa faktor diatasnya seperti, strategi pelatih dan penempatan pemain yang akan dipasang diposisi mana.
“Pemain yang fiks dimainkan. Intinya strategi dari pelatih tim yang belum kita ketahui dan ini yang menentukan,” tegasnya.
Saat ditanya bagaimana dengan bintang lama seperti Lionel Messi dari Argentina dan Cristiano Ronaldo dari Portugal sebagai artis dilapangan hijau, Dedy menuturkan, tentunya menjadi penarik perhatian dan magnet serta semangat tim.
“Namun harus diperhitungkan, dan jangan kita lupakan adanya pemain pemain baru yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Dedy, Argentina disepanjang sejarah selalu menjadi pusat perhatian, karena selalu memberikan kekuatan kejutan dengan strategi permainan, apalagi dengan masih bergabungnya Lionel Messi di kejuaraan piala dunia kali ini.
“Tapi saya memprediksi, tim Argentina tidak akan lolos sebagai juara piala dunia tahun 2026. Akan ada kejutan. Sejarah membuktikan bahwa status favorit tidak selalu menjamin kemenangan,” ujarnya.
Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu berkali-kali melahirkan kejutan besar yang masih dikenang hingga kini.
• Inggris.
Salah satu kejutan paling legendaris terjadi pada Piala Dunia 1950 saat Inggris harus menyerah 0-1 dari Amerika Serikat. Padahal, Inggris saat itu diperkuat sejumlah pemain top, sementara skuad Amerika Serikat diisi pemain paruh waktu dengan profesi beragam, mulai dari pencuci piring hingga pengantar surat.Gol tunggal Joe Gaetjens pada menit ke-38 menjadi penentu kemenangan Amerika Serikat. Penampilan gemilang penjaga gawang Frank Borghi juga membuat Inggris gagal mencetak gol hingga pertandingan berakhir.
• Argentina.
Kejutan besar lainnya terjadi pada Piala Dunia 1990 ketika Argentina tumbang 0-1 dari Kamerun. Tim yang dipimpin legenda sepak bola Diego Maradona itu datang sebagai juara bertahan dan diprediksi menang mudah atas Kamerun yang baru menjalani debut di Piala Dunia.Namun, Kamerun justru tampil penuh semangat dan berhasil mencuri kemenangan lewat gol Francois Omam-Biyik di babak kedua. Hasil tersebut menjadi salah satu kemenangan paling bersejarah bagi wakil Afrika di ajang Piala Dunia.
• Spanyol.
Pada edisi 2014, giliran Spanyol yang merasakan pahitnya kejutan besar. Juara bertahan itu dihancurkan Belanda dengan skor telak 1-5 pada fase grup, empat tahun setelah mengalahkan Belanda di final Piala Dunia 2010.AdvertisementSpanyol sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui penalti Xabi Alonso. Namun, Belanda tampil menggila dan membalikkan keadaan dengan lima gol yang membuat La Roja tersingkir lebih awal dari turnamen.Menariknya, tidak semua tim yang kalah di laga awal gagal total di akhir turnamen. Spanyol juga sempat tumbang 0-1 dari Swiss pada Piala Dunia 2010, tetapi mampu bangkit dan akhirnya keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya.
• Arab Saudi.
Kejutan paling segar tentu datang dari Piala Dunia 2022 saat Arab Saudi menundukkan Argentina 2-1. Tim Tango yang datang dengan rekor 36 laga tanpa kekalahan sempat unggul melalui gol Lionel Messi.Akan tetapi, Arab Saudi bangkit pada babak kedua lewat gol Saleh Al-Shehri dan Salem Aldawsari. Kemenangan tersebut langsung menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah modern Piala Dunia.
Deretan kejutan itu menjadi bukti bahwa, Piala Dunia selalu sulit diprediksi. Di tengah persaingan para raksasa sepak bola dunia, kejutan dari tim non-unggulan bisa saja kembali terjadi di Piala Dunia 2026 nanti. (opy)
