Status Masih Siaga, Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini

Gunung Semeru kembali erupsi Rabu 3 Juni 2026. Dalam sepekan terakhir, gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat telah meletus 21 kali dan masih berstatus Siaga.

Rabu, 3 Juni 2026 - 9:32 WIB
Status Masih Siaga, Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali erupsi pagi ini. Foto/PVMBG

HALLONEWS.ID – Aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami erupsi pada Rabu (3/6/2026) pagi sekitar pukul 06.37 WIB.

Meski kolom abu tidak teramati secara visual akibat kondisi cuaca di sekitar puncak, erupsi masih berlangsung saat laporan dikeluarkan oleh petugas pemantau gunung api.

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui sistem MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa dalam sepekan terakhir Gunung Semeru telah mengalami 21 kali erupsi.

“Kondisi ini membuat aktivitas vulkanik Semeru terus menjadi perhatian warga dan otoritas kebencanaan,” tulis Magma ESDM, dikutip Hallonews, Rabu (3/6/2026).

Hasil pemantauan kegempaan pada Rabu dini hari mencatat aktivitas yang cukup intens. Petugas merekam 18 kali gempa letusan dengan amplitudo mencapai 22 milimeter dan durasi antara 109 hingga 143 detik.

Selain itu, terdeteksi satu kali gempa guguran serta dua kali gempa hembusan yang menandakan aktivitas di dalam tubuh gunung masih berlangsung.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas guguran maupun aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.

Semeru sendiri masih menjadi gunung api paling aktif di Indonesia sepanjang tahun 2026. Berdasarkan catatan MAGMA Indonesia, dari total 2.298 kejadian erupsi gunung api yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun, sebanyak 1.154 di antaranya berasal dari Gunung Semeru.

Tingginya frekuensi erupsi membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dan mengikuti seluruh rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG guna menghindari risiko aktivitas vulkanik meningkat. (dul)