Rahasia Sukses Budidaya Sidat di Nusakambangan, Perpaduan Pengalaman dan Kecerdasan Buatan

Budidaya sidat di Nusakambangan memanfaatkan teknologi AI dan IoT untuk memantau kualitas air, pertumbuhan ikan, dan efisiensi pemberian pakan.

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:31 WIB
Rahasia Sukses Budidaya Sidat di Nusakambangan, Perpaduan Pengalaman dan Kecerdasan Buatan
Tambak sidat di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan budidaya sidat di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pengelola memanfaatkan sistem Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjaga kualitas air, memantau pertumbuhan ikan, serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan.

Pendamping budidaya sidat, Ruddy Sutomo, mengungkapkan seluruh sistem kolam dirancang berdasarkan pengalaman panjang yang ia bangun sejak menekuni usaha budidaya sidat pada awal 2000-an.

“Pengaturan aliran air, posisi inlet dan outlet, hingga penggunaan kincir dirancang agar sirkulasi air tetap sehat dan tidak menimbulkan arus balik yang berpotensi mengganggu pertumbuhan sidat,” ujar Ruddy kepada Hallonews, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, berbagai parameter penting dalam budidaya dapat dipantau secara real time melalui aplikasi digital. Sistem tersebut membantu pengelola mengambil keputusan dengan cepat ketika terjadi perubahan kondisi di kolam.

“Teknologi memungkinkan proses budidaya berjalan lebih terukur, efisien, dan minim risiko,” katanya.

Selain mengandalkan teknologi, desain kolam juga dibuat secara khusus. Kolam berukuran sekitar 300 meter persegi dilengkapi waring untuk memudahkan proses pemeliharaan maupun panen.

Ruddy menjelaskan, kolam dengan ukuran yang terlalu besar justru dapat menyulitkan saat proses pengangkatan hasil budidaya.

“Penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi model budidaya perikanan modern yang dapat diterapkan di berbagai daerah,” pungkasnya. (fer)