Menteri Transmigrasi Ingatkan Ancaman Penguasaan Potensi Daerah oleh Pihak Asing

Mentrans Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak kampus aktif menjelajahi daerah terpencil agar potensi Indonesia dikelola bangsa sendiri demi kesejahteraan.

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:58 WIB
Menteri Transmigrasi Ingatkan Ancaman Penguasaan Potensi Daerah oleh Pihak Asing
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Foto Kementrans for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengingatkan pentingnya kehadiran anak bangsa di berbagai wilayah Indonesia untuk mengenali dan mengelola potensi daerah yang selama ini belum tergarap optimal.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, budaya, dan ekonomi yang dimiliki Indonesia bisa saja dimanfaatkan pihak lain apabila masyarakat dan akademisi dalam negeri tidak hadir secara langsung di lapangan.

Pesan tersebut disampaikan Iftitah saat menutup pidatonya di hadapan para Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai masih banyak kawasan di Indonesia yang menyimpan potensi besar, namun belum mendapat perhatian maksimal dari kalangan akademisi maupun pelaku usaha nasional. Kondisi itu membuat sejumlah pihak asing justru lebih dahulu melakukan riset, investasi, hingga mengembangkan usaha di berbagai daerah.

Berdasarkan pengalaman kunjungannya ke kawasan transmigrasi dan wilayah terpencil, Iftitah mengaku sering menjumpai peneliti dari berbagai negara yang telah lama melakukan kajian terhadap kekayaan alam Indonesia.

Bahkan di beberapa destinasi wisata unggulan, pengelolaan usaha telah dilakukan oleh warga negara asing sejak puluhan tahun lalu.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi peringatan bahwa penguasaan informasi dan pengetahuan mengenai suatu wilayah merupakan langkah awal untuk mengembangkan sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.

“Jika kita tidak hadir, maka pihak lain yang akan datang lebih dulu, mempelajari, mengelola, dan mengambil manfaat dari potensi tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Iftitah mendorong perguruan tinggi untuk memperluas peran akademiknya hingga ke daerah-daerah berkembang dan kawasan yang masih minim sentuhan riset.

Ia menilai kampus memiliki tanggung jawab strategis dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak boleh hanya terpusat pada aktivitas pembelajaran dan penelitian di ruang kampus, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Iftitah menegaskan, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuannya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu menjangkau wilayah terluar dan mengubah potensi lokal menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pembangunan di berbagai wilayah Indonesia sehingga kekayaan bangsa benar-benar dikelola untuk kepentingan nasional. (agn)