PJU Polda NTT Borong Habis Kain Tenun Warga Binaan LPP Kupang di Bazar HUT Bhayangkara ke-80

Kain tenun hasil karya warga binaan LPP Kupang laris diborong Pejabat Utama Polda NTT pada Bazar HUT Bhayangkara ke-80. Produk pembinaan Ditjenpas NTT mendapat apresiasi luas.

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:30 WIB
PJU Polda NTT Borong Habis Kain Tenun Warga Binaan LPP Kupang di Bazar HUT Bhayangkara ke-80
Pejabat Utama Polda NTT mengunjungi booth Kanwil Ditjenpas NTT dan membeli kain tenun hasil karya warga binaan LPP Kupang pada Bazar dan Pameran UMKM HUT Bhayangkara ke-80. Foto: Humas Ditjenpas NTT for Hallonews

HALLONEWS.ID – Karya warga binaan pemasyarakatan kembali membuktikan kualitasnya. Pada hari kedua Bazar dan Pameran UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Kupang, booth Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu stan yang paling banyak dikunjungi pengunjung.

Daya tarik utama booth tersebut adalah kain tenun hasil pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kupang yang berhasil mencuri perhatian. Bahkan, seluruh koleksi tenun yang dipamerkan laris diborong oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda NTT.

Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa produk hasil pembinaan warga binaan memiliki kualitas yang mampu bersaing dan diterima masyarakat.

Kehadiran bazar juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada publik sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Decky Nurmansyah, mengatakan selama ini hasil karya warga binaan masih sering dipandang sebelah mata. Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan berbagai ruang promosi agar masyarakat dapat melihat langsung kualitas produk yang dihasilkan.

“Melalui bazar ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang berkualitas. Saat masyarakat membeli satu lembar kain tenun, yang mereka bawa pulang bukan hanya sebuah produk, tetapi juga harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan,” ujar Decky kepada Hallonews.id, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, pembinaan kemandirian melalui pelatihan tenun merupakan salah satu program strategis pemasyarakatan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Proyek Baru 2026 07 07T125628.399
Pejabat Utama Polda NTT mengunjungi booth Kanwil Ditjenpas NTT dan membeli kain tenun hasil karya warga binaan LPP Kupang pada Bazar dan Pameran UMKM HUT Bhayangkara ke-80. Foto: Humas Ditjenpas NTT for Hallonews

Apresiasi juga datang dari Kapolda NTT yang menilai kualitas produk hasil karya warga binaan sudah sangat baik. Ia berharap ke depan variasi produk semakin beragam sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai ekonomi bagi para pembuatnya.

Suasana di booth Kanwil Ditjenpas NTT sepanjang hari kedua bazar dipenuhi pengunjung yang ingin melihat langsung berbagai produk hasil karya warga binaan.

Senyum para pengunjung, apresiasi yang diberikan, hingga habis terjualnya kain tenun menjadi bukti bahwa kesempatan dan kepercayaan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap warga binaan.

Bazar dan Pameran UMKM HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi wadah memperkenalkan hasil program pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan reintegrasi sosial.

Melalui kegiatan seperti ini, Ditjenpas berharap semakin banyak masyarakat yang memberikan dukungan terhadap produk hasil karya warga binaan, sehingga proses pembinaan tidak hanya berlangsung di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga memperoleh pengakuan dan kepercayaan dari masyarakat luas.

Program pembinaan kemandirian di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sebagai bekal setelah bebas.

Di berbagai daerah, produk hasil pembinaan meliputi tenun, batik, mebel, kerajinan tangan, produk pertanian, perikanan, hingga makanan olahan.

Pemasaran produk melalui bazar, pameran, dan kerja sama dengan berbagai instansi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan. (gin)