Kopi Premium Binaan IPB University Menembus Pasar Eropa di World of Coffee 2026

Program OVOC IPB University mempromosikan kopi premium binaan petani desa di World of Coffee Brussels 2026 sekaligus membuka peluang ekspor, investasi, dan kolaborasi riset dengan KU Leuven.

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:15 WIB
Kopi Premium Binaan IPB University Menembus Pasar Eropa di World of Coffee 2026
OVOC IPB University memperkenalkan kopi premium binaan petani desa Indonesia pada ajang World of Coffee Brussels 2026 di Belgia. Foto: Humas IPB for Hallonews

HALLONEWS.ID – Program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi desa One Village One CEO (OVOC) IPB University terus memperluas kiprahnya di pasar internasional dengan berpartisipasi dalam World of Coffee (WOC) Brussels 2026 yang berlangsung di Brussels Expo, Belgia, pada 25–27 Juni 2026.

Keikutsertaan OVOC menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kopi premium hasil binaan petani desa Indonesia kepada pelaku industri kopi dunia.

Ajang ini juga dimanfaatkan untuk membuka peluang perdagangan langsung antara petani lokal dengan pembeli, importir, dan pelaku usaha kopi dari berbagai negara.

Dalam pameran tersebut, OVOC menghadirkan berbagai kopi premium dari sejumlah daerah di Indonesia. Untuk kategori arabika, kopi berasal dari Bajawa dan Garut yang diolah dengan tiga metode, yakni natural klasik, natural anaerob, dan full wash.

Sementara kategori robusta diwakili kopi asal Garut, Lampung Barat, dan Pagar Alam yang memiliki karakter cita rasa khas.

Seluruh produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi dengan mengedepankan kualitas, keberlanjutan lingkungan, dan sistem ketertelusuran (traceability).

Selain menawarkan cita rasa unggulan, OVOC juga mengangkat kisah di balik produksi kopi, mulai dari peran petani lokal, pemberdayaan perempuan di pedesaan, hingga praktik budidaya yang ramah lingkungan.

Asisten Bidang Techno-sociopreneurship Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Mohammad Iqbal Irfany, mengatakan partisipasi OVOC di World of Coffee Brussels 2026 membuktikan bahwa produk berbasis komunitas desa mampu memenuhi standar pasar global.

“Yang kami tawarkan bukan hanya komoditas kopi, tetapi juga identitas geografis serta komitmen petani dalam menjaga kualitas produk, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran,” kata Iqbal, Rabu (8/7/2026).

Selama pameran berlangsung, stan OVOC menjadi lokasi berbagai cupping session bersama pelaku industri kopi internasional.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerja sama dagang jangka panjang yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di berbagai daerah penghasil kopi,” ujarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Andy Rachmianto, berharap keikutsertaan delegasi Indonesia dalam ajang tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan usaha para peserta, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Sebelum mengikuti World of Coffee Brussels 2026, delegasi OVOC juga mengunjungi KU Leuven bersama Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia dan PPI Leuven.

Pertemuan itu membahas peluang pengembangan ekosistem bisnis kopi berkelanjutan, kerja sama riset, serta perluasan akses pasar Uni Eropa bagi produk binaan IPB University.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi OVOC menyerahkan sampel kopi premium beserta katalog inovasi startup lokal kepada pihak KU Leuven sebagai langkah awal penjajakan kolaborasi di bidang hilirisasi produk, pemasaran hasil riset, dan kemitraan internasional.

Iqbal menilai kopi binaan IPB University memiliki daya saing tinggi di pasar Eropa karena menawarkan kualitas premium, karakter cita rasa yang beragam, serta nilai sosial yang kuat.

Menurutnya, aspek keberlanjutan dan keunikan daerah asal menjadi nilai tambah yang semakin diminati konsumen Eropa.

Sebagai tindak lanjut, IPB University dan KU Leuven berencana mengembangkan riset bersama mengenai rantai pasok kopi berkelanjutan.

Selain itu, pihak KU Leuven juga dijadwalkan mengunjungi Science Techno Park (STP) IPB University untuk melihat secara langsung ekosistem startup dan inovasi agromaritim yang dikembangkan kampus tersebut. (opy)