37.000 Warga Makassar Terdampak Kekeringan
Karhutla mendominasi bencana di Indonesia. BNPB mencatat kebakaran terjadi di tiga daerah, 37.189 warga Makassar terdampak krisis air bersih.

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana yang paling banyak terjadi di berbagai daerah dalam periode pemantauan 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 11 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.
“Musim kemarau juga memicu krisis air bersih yang berdampak pada puluhan ribu warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan laporan BNPB, karhutla terjadi di sejumlah wilayah dengan luasan lahan yang berbeda-beda.
Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kebakaran melanda empat hektare lahan di Desa Banjarsari, Trucuk, dan Desa Belun, Kecamatan Temayang, pada Kamis (9/7).
Tim gabungan bergerak cepat memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Masih di Jawa Timur, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Trenggalek. Sekitar satu hektare lahan di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, terbakar pada hari yang sama. Api berhasil dipadamkan, sementara BPBD bersama Perhutani melakukan pembasahan lahan.
Karhutla juga dilaporkan melanda Provinsi Kalimantan Timur. Lahan seluas sekitar tiga hektare di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, terbakar pada Jumat (10/7/2026). Cuaca panas diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran.
“Berkat penanganan cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke area yang lebih luas,” ungkapnya,
Selain ancaman kebakaran, musim kemarau mulai memicu kekeringan di sejumlah daerah.
Kota Makassar menjadi salah satu wilayah terdampak cukup serius setelah krisis air bersih melanda 18 kelurahan di empat kecamatan, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, dan Tamalanrea.
BPBD Kota Makassar mencatat sebanyak 37.189 jiwa terdampak kekeringan. Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD bersama instansi terkait melakukan kaji cepat sebelum mendistribusikan air bersih ke 89 titik layanan bagi warga di wilayah terdampak.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau pada 10-12 Juli 2026.
Meski hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal di sebagian Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Kalimantan diperkirakan didominasi cuaca cerah dengan kelembapan udara rendah.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
BNPB mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan bervegetasi kering, serta segera melaporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (dul)
