Wagub Erwan Ajak Investor Selangor Perkuat Kolaborasi Investasi di Jawa Barat

Pemprov Jabar berkomitmen untuk memperkuat stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum dan keamanan. Regulasi investasi dipastikan transparan dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Senin, 13 Juli 2026 - 8:00 WIB
Wagub Erwan Ajak Investor Selangor Perkuat Kolaborasi Investasi di Jawa Barat
Acara Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung. (Foto: Dok Pemprov Jabar).

HALLONEWS.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan komitmen Pemprov Jabar dalam mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif melalui penguatan iklim usaha, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan saat Erwan Setiawan menghadiri Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

“Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen mendukung dan mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Erwan mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan visi Jabar Istimewa, yakni mewujudkan Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing melalui lima strategi utama.

Strategi pertama, kata Erwan, adalah memperkuat stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum dan keamanan. Seluruh regulasi investasi dipastikan berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Strategi kedua adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terintegrasi dalam rantai pasok industri melalui kolaborasi antara industri besar dan masyarakat di sekitar kawasan industri sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

Selanjutnya, Pemprov Jabar mempercepat pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung kawasan industri.

“Mempercepat pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung kawasan industri dengan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta mendorong penempatan atau pusat perusahaan di wilayah Jabar,” katanya dalam keterangan resmi.

Pada aspek ketenagakerjaan, Erwan menegaskan pemerintah terus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui sinergi dunia pendidikan dan dunia usaha. Selain itu, tata kelola ketenagakerjaan juga diperkuat dengan menghapus praktik percaloan melalui pemanfaatan platform digital Nyari Gawe.

Strategi kelima difokuskan pada peningkatan insentif dan fasilitasi investasi melalui pelayanan yang cepat, efisien, dan responsif, disertai penguatan kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pasar dengan tenaga kerja,” ujarnya.

Erwan menilai penyelenggaraan SIBS 2026 di Bandung menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor.

“Kehadiran SIBS 2026 di Bandung merupakan momentum emas. Saya mengajak para delegasi, pelaku usaha, dan investor dari Selangor maupun negara sahabat lainnya untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan serta membangun kolaborasi yang lebih erat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Besar Selangor Dato Seri Amirudin Shari, mengungkapkan Bandung menjadi lokasi pertama penyelenggaraan SIBS di luar Kuala Lumpur.

Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta tingginya antusiasme pelaku usaha dan berbagai instansi di Jawa Barat terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Barat. Insyaallah, ke depan kita dapat mengeksekusi lebih banyak peluang kerja sama di bidang bisnis, perdagangan, dan sektor lainnya,” ujar Amirudin.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Melalui penyelenggaraan SIBS 2026, Pemerintah Selangor menargetkan peningkatan investasi, perdagangan, serta kolaborasi pada berbagai sektor strategis, seperti kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif, industri kreatif, energi, teknologi, dan sektor prioritas lainnya.

Sebanyak 150 pengusaha dan investor dari Malaysia mengikuti forum tersebut untuk melakukan business matching dengan pelaku usaha Jawa Barat sehingga diharapkan dapat melahirkan kerja sama investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah. (gaa)