BRIN Kembangkan Kemasan Pangan Ramah Lingkungan dari Limbah Ampas Kopi Gayo

Peneliti BRIN mengembangkan film komposit berbahan limbah ampas kopi Gayo, kitosan, dan nanopartikel ZnO yang berpotensi menjadi kemasan pangan ramah lingkungan dengan sifat antibakteri, tahan UV, dan lebih kuat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:30 WIB
BRIN Kembangkan Kemasan Pangan Ramah Lingkungan dari Limbah Ampas Kopi Gayo
Ampas kopi Gayo ramah lingkungan. (Foto: Humas IPB for hallonews)

HALLONEWS.ID – Peneliti postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Haya Fathana, mengungkap potensi limbah ampas kopi Gayo sebagai bahan baku kemasan pangan ramah lingkungan yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan bioplastik konvensional.

Dalam paparannya yang berjudul Kajian Fisikokimia Film Komposit Kitosan Berbasis Limbah Ampas Kopi Gayo dan Aplikasinya, Haya menjelaskan bahwa penggunaan plastik konvensional masih mendominasi industri pangan.

Namun, material tersebut menimbulkan persoalan lingkungan karena berasal dari sumber daya tak terbarukan dan sulit terurai secara alami.

“Oleh sebab itu, diperlukan material alternatif yang ramah lingkungan dan berkinerja baik,” ujar Haya kepada wartawan dikutip, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, kitosan merupakan salah satu biopolimer yang memiliki potensi besar sebagai bahan kemasan pangan karena bersifat biodegradable, biokompatibel, serta mampu membentuk lapisan film.

Meski demikian, kitosan masih memiliki kelemahan berupa kekuatan mekanik dan ketahanan terhadap air yang relatif rendah sehingga perlu dimodifikasi.

Dalam penelitian tersebut, Haya memanfaatkan limbah ampas kopi Gayo yang kaya akan kandungan selulosa, hemiselulosa, lignin, dan polifenol.

Kandungan tersebut berfungsi meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, sifat hidrofobik, serta aktivitas antioksidan pada material komposit.

Selain itu, penelitian juga menambahkan nanopartikel seng oksida (ZnO) untuk meningkatkan sifat antimikroba, perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV), sekaligus memperkuat karakteristik mekanik film komposit.

Hasil penelitian menunjukkan film komposit berhasil terbentuk secara utuh, fleksibel, dan homogen.

Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa, sedangkan penambahan ZnO tidak menimbulkan retakan sehingga material dinilai layak untuk karakterisasi lebih lanjut.

Karakterisasi material memperlihatkan adanya interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO.

Kombinasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kekuatan mekanik, memperbaiki sifat hidrofobik, mengurangi permeabilitas uap air, serta meningkatkan kemampuan film dalam menghalangi radiasi ultraviolet dibandingkan film kitosan murni.

Tak hanya itu, film komposit juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Menurut Haya, kombinasi limbah ampas kopi Gayo dengan nanopartikel ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba paling tinggi sehingga berpotensi diterapkan sebagai active packaging atau kemasan pangan aktif.

“Kombinasi limbah ampas kopi Gayo dan ZnO menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba yang paling tinggi, sehingga berpotensi mendukung pengembangan kemasan pangan aktif (active packaging),” jelasnya.

Haya menambahkan, pemanfaatan limbah ampas kopi Gayo tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, tetapi juga mendukung konsep ekonomi sirkular melalui pengembangan kemasan pangan yang berkelanjutan.

“Penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal dengan sifat mekanik, penghalang, perlindungan UV, dan antibakteri yang lebih baik untuk mendukung inovasi kemasan pangan masa depan,” pungkasnya. (opy)