Bisa Cafe di Kota Tangerang Hadirkan Ruang Inklusif, Penyandang Disabilitas Berkarya Secara Profesional
Bisa Cafe di Kota Tangerang menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk berkarya secara profesional melalui layanan kafe, produk kreatif, dan edukasi masyarakat.

HALLONEWS.ID – Kehadiran Bisa Cafe di kawasan Lippo Karawaci, Kota Tangerang, menghadirkan konsep berbeda dari kafe pada umumnya. Tak hanya menyajikan kopi, kuliner Nusantara, dan suasana nyaman, kafe ini menjadi ruang inklusif yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan berkarya secara profesional.
Bisa Cafe merupakan bagian dari Precious One atau Yayasan Karya Insan Sejahtera yang telah lebih dari 20 tahun berkomitmen memberdayakan penyandang disabilitas.
Melalui konsep kafe, yayasan ingin menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat antara penyandang disabilitas dan masyarakat.
Partnership and Impact Development Bisa Cafe, Rosalyna, mengatakan kehadiran kafe ini berawal dari keinginan menghadirkan wadah agar penyandang disabilitas tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pelanggan.
“Selama ini kami membuat berbagai produk, tetapi belum banyak kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu kami membuka Bisa Cafe agar pengunjung bisa melihat langsung bagaimana mereka bekerja secara profesional,” ujarnya seperti dikutip Hallonews, Minggu (26/7/2026).
Saat ini, para penyandang disabilitas menjalankan berbagai peran penting, mulai dari staf dapur, barista, pelayan hingga kasir.
Seluruh proses rekrutmen dilakukan secara profesional sebagaimana perusahaan pada umumnya, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensinya.

Selain membuka lapangan kerja, Bisa Cafe juga mengusung tiga pilar utama, yakni pemberdayaan, edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak melihat kemampuan penyandang disabilitas berdasarkan kualitas karya dan pelayanan, bukan rasa belas kasihan.
Di bidang lingkungan, kafe ini menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan, seperti mengolah sampah organik menjadi kompos serta memanfaatkan hasil kebun sendiri sebagai bahan baku makanan.
Keunikan lainnya, hampir seluruh menu disiapkan segar setiap hari dengan mengutamakan bahan lokal. Pengunjung juga dapat menikmati galeri mini yang menampilkan berbagai produk kerajinan karya penyandang disabilitas, mulai dari aksesori, suvenir, hingga lukisan.
Tak hanya itu, tersedia pula layanan pijat oleh terapis tunanetra yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.
Rosalyna menegaskan, tujuan utama Bisa Cafe adalah membangun kepercayaan masyarakat bahwa penyandang disabilitas mampu bekerja dengan standar profesional dan menghasilkan produk berkualitas.
“Kami ingin masyarakat datang bukan karena kasihan, tetapi karena percaya pada kualitas produk dan pelayanan yang kami berikan. Dengan begitu, semakin banyak kesempatan bagi teman-teman disabilitas untuk terus berkarya dan mandiri,” tutupnya.(wib)
