KAI Ungkap Alasan Stasiun Bekasi Butuh Ekstensi, Ternyata Penumpangnya Tembus 12,8 Juta

KAI menyebut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi memperkuat konektivitas dan mengurai kepadatan setelah melayani 12,8 juta pergerakan penumpang pada Semester I 2026.

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:33 WIB
KAI Ungkap Alasan Stasiun Bekasi Butuh Ekstensi, Ternyata Penumpangnya Tembus 12,8 Juta
Stasiun Bekasi di Jalan IR H Juanda, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Foto: KAI For Hallonews

HALLONEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyambut dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi di kawasan Summarecon Bekasi sebagai langkah memperkuat layanan transportasi berbasis integrasi antarmoda.

Kehadiran akses baru ini dinilai akan menjawab tingginya mobilitas penumpang sekaligus memperluas konektivitas menuju Stasiun Bekasi yang selama ini menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pengembangan akses stasiun menjadi kebutuhan seiring terus meningkatnya jumlah masyarakat yang mengandalkan kereta api untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga perjalanan antarkota.

“Stasiun Bekasi melayani kebutuhan perjalanan yang sangat beragam. Pengembangan akses ini diharapkan membuat perjalanan pelanggan semakin mudah, nyaman, dan saling terhubung,” kata Anne dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Summarecon Bekasi, Jumat (24/7).

Menurut Anne, proyek tersebut bukan hanya menghadirkan pintu masuk baru menuju stasiun, tetapi bagian pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik dengan permukiman, pusat bisnis, dan ruang publik.

Data KAI menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat di Stasiun Bekasi. Sepanjang Semester I 2026, stasiun itu melayani sekitar 12,8 juta pergerakan penumpang, meningkat 8,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11,8 juta pergerakan.

Untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal, jumlah pelanggan tercatat mencapai 1,4 juta orang, naik 11,15 persensecara tahunan. Sementara layanan Commuter Line mencatat 11,4 juta perjalanan, atau tumbuh 7,87 persendibandingkan Semester I 2025.

KAI menilai lonjakan tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap stasiun yang mudah diakses dan terintegrasi dengan moda transportasi lain semakin besar.

Anne menjelaskan, keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi nantinya diharapkan mampu mendistribusikan arus penumpang, khususnya warga Bekasi Utara dan kawasan Summarecon Bekasi yang selama ini harus masuk melalui bangunan utama Stasiun Bekasi.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pengembangan akses baru itu juga diproyeksikan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dampaknya diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

“KAI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, regulator, dan mitra pengembang agar pengembangan kawasan sekitar stasiun berjalan selaras dengan kebutuhan pelanggan, keselamatan perjalanan, serta integrasi antarmoda,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pembangunan kawasan perkotaan ke depan harus mengedepankan sistem transportasi yang saling terhubung.

“Konsep tersebut telah menjadi ciri kota-kota modern yang produktif dan berkelanjutan,” katanya di Bekasi, Jumat (24/7/2026).

Senada dengan itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kereta api sekaligus memperkuat integrasi antarmoda sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang efisien. (dul)