KAI Percepat Pengoperasian KRL 12 Kereta di Bogor Line

KAI mempercepat pengoperasian KRL 12 kereta (SF12) di Bogor Line setelah jumlah penumpang mencapai 78,08 juta pada semester I 2026. Pengembangan peron Stasiun Bogor ditargetkan rampung 15 Juli 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:00 WIB
KAI Percepat Pengoperasian KRL 12 Kereta di Bogor Line
Kereta rel listrik Bogor-Jakarta selalu padat penumpang di jam sibuk. (Foto: Hallonews/Yopy)

HALLONEWS ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat peningkatan kapasitas layanan di lintas Bogor Line melalui persiapan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) dengan formasi 12 kereta (SF12).

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas terus meningkatnya jumlah pengguna KRL, khususnya pada jam-jam sibuk.

KAI mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Bogor Line melayani sekitar 78,08 juta pelanggan. Angka tersebut menjadikan lintas Bogor sebagai jalur KRL dengan jumlah pengguna terbesar di wilayah Jabodetabek.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan untuk mengimbangi tingginya mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi berbasis rel.

“Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal,” ujar Anne dalam keterangannya dikutip wartawan media ini Rabu (8/7/2026).

KAI juga mencatat tren pertumbuhan pengguna Bogor Line yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022 jumlah pelanggan mencapai 102,05 juta orang, meningkat menjadi 133,04 juta pada 2023, kemudian 145,92 juta pada 2024, dan kembali naik menjadi 155,01 juta pelanggan sepanjang 2025.

Tingginya aktivitas penumpang turut tercermin di Stasiun Bogor yang menjadi stasiun dengan volume penumpang terbesar di jaringan KRL Jabodetabek.

Selama semester pertama 2026, stasiun tersebut mencatat sekitar 18,45 juta pergerakan penumpang, terdiri dari 9,37 juta penumpang masuk (gate in) dan 9,08 juta penumpang keluar (gate out).

Rata-rata terdapat sekitar 101.942 pergerakan penumpang setiap hari di Stasiun Bogor.

Adapun lima stasiun dengan volume penumpang tertinggi selama Januari–Juni 2026 yakni Stasiun Bogor sebanyak 18,45 juta pergerakan, disusul Stasiun Tanah Abang 17,29 juta, Stasiun Sudirman 13,08 juta, Stasiun Citayam 11,47 juta, dan Stasiun Bekasi 11,43 juta.

Untuk mendukung operasional rangkaian SF12, KAI tengah menyelesaikan pengembangan peron di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor. Proyek yang dimulai pada 15 April 2026 itu ditargetkan selesai pada 15 Juli 2026.

Anne menjelaskan, pengoperasian rangkaian KRL dengan 12 kereta akan meningkatkan daya angkut setiap perjalanan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

“Kesiapan SF12 menjadi bagian dari upaya memperbesar kapasitas dalam satu perjalanan. Bagi pelanggan, manfaatnya dapat dirasakan melalui ruang layanan yang lebih memadai, alur naik-turun yang lebih tertata, dan kesiapan perjalanan yang semakin baik, terutama pada jam sibuk,” katanya.

Pengembangan peron mencakup pembangunan struktur dan arsitektur, pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP), penyesuaian jalur rel, serta pekerjaan listrik aliran atas (LAA).

KAI juga menambah kanopi di area peron untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat menunggu kereta.

Sebagai bagian dari tahapan akhir, KAI telah melakukan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan uji operasional rangkaian KRL pada 1 Juli 2026 guna memastikan seluruh infrastruktur siap dioperasikan.

Selain peningkatan kapasitas di Stasiun Bogor, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga terus mempersiapkan integrasi antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang.

Integrasi tersebut diharapkan mempermudah perpindahan penumpang menuju layanan KA Pangrango maupun moda transportasi lanjutan di kawasan Bogor.

“KAI ingin memastikan peningkatan layanan dilakukan sesuai kebutuhan pelanggan. Bogor Line melayani jutaan perjalanan masyarakat setiap tahun, sehingga kesiapan kapasitas, keselamatan, dan konektivitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan,” kata Anne. (opy)