Pramono Pastikan Warisan Ali Sadikin Tetap Hidup, Seni dan Budaya Jadi Pilar Jakarta Global
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan warisan Ali Sadikin akan terus dilanjutkan. Seni dan budaya disebut menjadi pilar pembangunan Jakarta menuju kota global berkarakter.

HALLONEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan seni dan budaya akan tetap menjadi fondasi pembangunan Jakarta menuju kota global. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri peringatan 100 tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki, Selasa (7/7/2026).
Pramono mengatakan warisan terbesar Ali Sadikin bukan hanya pembangunan fisik, tetapi keberaniannya membangun ekosistem seni dan budaya yang hingga kini masih menjadi identitas Jakarta.
Menurutnya, keberadaan Taman Ismail Marzuki (TIM) menjadi bukti nyata visi Ali Sadikin dalam menyediakan ruang bagi seniman, budayawan, dan masyarakat untuk berkreasi.
“Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali,” kata Pramono.
Ia menegaskan, semangat tersebut kini diterjemahkan Pemprov DKI melalui berbagai program, mulai dari penguatan transportasi publik terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), penataan Pasar Baru dan Kota Tua, hingga pelestarian budaya Betawi melalui revitalisasi Setu Babakan.
Pramono juga menyebut Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027 harus berkembang menjadi kota global tanpa meninggalkan identitas sejarah dan budayanya.
“Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemprov DKI bersama Wakil Gubernur Rano Karno telah menghidupkan kembali berbagai fasilitas budaya di kawasan TIM, seperti mengoperasikan kembali Planetarium, memperpanjang jam layanan perpustakaan hingga malam hari, serta memperkuat kolaborasi dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), seniman, dan budayawan.
Peringatan 100 tahun Ali Sadikin turut dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, akademisi, serta komunitas seni dan budaya. (iin)
