Pemberdayaan Perempuan Dinilai Mampu Ciptakan Keluarga Tangguh dan Mandiri

Pemberdayaan perempuan dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:30 WIB
Pemberdayaan Perempuan Dinilai Mampu Ciptakan Keluarga Tangguh dan Mandiri
Peserta kegiatan pemberdayaan perempuan dalam Seminar UPPKA di Hotel Sahira, Kota Bogor. Foto: Hallonews/Yopy

HALLONEWS.ID – Pemberdayaan perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Upaya tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar perempuan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi ekonomi.

Tokoh perempuan Kota Bogor, Eva Tri Murni, menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan akan berdampak positif terhadap kualitas hidup keluarga sekaligus mendorong kemajuan sosial.

“Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping dalam keluarga, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan. Ketika perempuan diberdayakan, mereka akan melahirkan keluarga yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Eva.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, saat membuka Seminar UPPKA bertema Upaya Peningkatan Pendapatan Ekonomi Keluarga Aseptor di Hotel Sahira, Jalan Paledang, Kota Bogor, Selasa (7/7/2026), mengatakan bahwa program tersebut merupakan agenda rutin DPPKB.

Program itu difokuskan pada peningkatan keterampilan perempuan, penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembinaan organisasi perempuan agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah.

“Kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat agar pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tujuannya adalah menghadirkan program yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” kata Marse, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kota Bogor, Nia Ramdaniah.

Narasumber utama seminar, Dr. Yulina Eva, berharap 70 peserta aseptor UPPKA yang hadir dapat menyerap ilmu yang diberikan guna meningkatkan perekonomian keluarga melalui pengembangan UMKM berbasis digital.

“Tema ini sangat strategis karena tugas kita bersama bukan hanya memastikan keluarga berencana, tetapi juga memastikan keluarga yang berencana itu sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan pendapatan ekonomi keluarga aseptor sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan keluarga kecil, sehat, cerdas, dan mandiri secara ekonomi.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan anggaran dan kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Saya berharap melalui seminar ini para aseptor tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga semangat untuk berwirausaha, mulai dari sektor UMKM, pertanian, perikanan, hingga ekonomi kreatif,” katanya.

Di akhir pemaparannya, Yulina Eva mengajak seluruh peserta menjadikan keluarga sebagai benteng pertama ketahanan ekonomi bangsa. “Keluarga kuat, negara pun kuat,” pungkasnya. (opy)